TANTRUM - Pengusaha Kanada mengaku ingin mengetahui potensi sektor agrikultur semisal pertanian, perkebunan dan perikanan di provinsi Jawa Timur (Jatim) mengingat Jatim adalah salah satu lumbung pangan Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Counsellor (Agriculture and Agrifood) and Regional Trade Commissioner to Indonesia and ASEAN Embassy of Canada, William Kendall kepada Adik Dwi Putranto Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur.
"Indonesia, khususnya Jatim memiliki potensi luar biasa, mulai dari potensi anak muda, hingga potensi agrikultur yang ada. Dan Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang cukup bagus di Asean yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat," ujar William ditulis Selasa, 14 Juni 2022.
Menurut William, seluruh potensi tersebut dapat menjadi modal dasar Jatim untuk mampu bersaing dengan negara lain dan juga dalam proses produksi.
Beberapa komoditas agrikultur yang cukup berpeluang besar masuk ke pasar Kanada diantaranya adalah coklat, mangga, nanas, kopi dan komoditas perikanan.
"Hal yang penting adalah adanya perbedaan iklim antara Kanada dengan Indonesia dengan komoditas yang dihasilkan juga berbeda. Sehingga Jatim bisa menawarkan komoditas yang dibutuhkan Kanada dan sebaliknya Kanada bisa menawarkan apa yang dibutuhkan Indonesia seperti gandum," kata William.
Permintaan itu disambut baik oleh Adik, bahwa Jatim sangat terbuka dalam kerjasama perdagangan dan investasi, terlebih untuk sektor agrikultur.
Karena Jatim memiliki berbagai potensi pertanian, mulai dari pertanian pangan, perkebunan, hingga perikanan.
"Ini adalah peluang yang sangat bagus bagi Jatim untuk menaikkan ekspor ke Kanada, apalagi neraca perdagangan Jatim dengan Kanada selama lima tahun terakhir selalu minus, Jatim kalah terus. Dengan adanya Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement, kami berharap realisasi perdagangan kita dengan Kanada bisa ditingkatkan. Apalagi Jatim memiliki peluang ekspor produk agriculture," sebut Adik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim Dyah Wahyu Ermawati mengungkapkan bahwa potensi agrikuktur Jatim memang cukup besar, di sektor perikanan misalnya.
Potensi perikanan tangkap, budidaya dan garam rakyat di seluruh wilayah Jatim mencapai 2,577 ton di tahun 2021. Selain itu, produksi rumput laut Jatim juga sangat besar, mencapai 675,29 ton di tahun 2021.
"Yang cukup menarik adalah potensi ekspor kepiting karena beberapa pengusaha perikanan di Jatim sudah memiliki Merine Stewort Ship Concil, sertifikasi standar perikanan internasional. Kendala kerjasama perdagangan dengan Kanada hanya pada durasi waktu pengiriman, terlebih untuk bahan pangan segar seperti komoditas perikanan. Ini harus dicarikan solusinya," ungkap Dyah.
Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno, bahwa potensi sektor perkebunan Jatim juga cukup besar.
Ada empat komoditi perkebunan unggulan di Jatim, yaitu tebu, tembakau, kakao, dan kopi.
"Jatim menjadi salah satu produsen tebu terbesar di Indonesia. Meski demikian Jatim masih perlu impor raw sugar. Kalau kita perhatikan data, impor raw sugar masih cukup besar untuk produksi gula," kata Heru.
Berita Terkait
-
Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS
-
PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu