TANTRUM - Bank OCBC NISP menghadirkan layanan China Desk, sebagai bagaian implementasi kerja sama mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara Indonesia dan Tiongkok. Bank OCBC NISP jadi salah satu bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).
Direktur Bank OCBC NISP Martin Widjaja mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan bisnis nasabah korporasi, khususnya pengembangan bisnis antara Indonesia dan Tiongkok.
"Dengan kegiatan perekonomian di Indonesia yang makin kondusif, layanan China Desk dan LCS merupakan momentum tepat untuk ikut serta membantu nasabah korporasi kami untuk dapat menjalankan bisnisnya secara mudah, cepat, dan tepat," katanya di Jakarta, Senin, 20 Juni 2022.
Ia memaparkan, layanan tersebut sekaligus mendukung upaya Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah. Dengan ketahanan dan kesehatan keuangan yang baik dan pengalaman kuat dalam memfasilitasi transaksi investasi, serta layanan keuangan yang mumpuni menempatkan Bank OCBC NISP menjadi salah satu ACCD yang ditunjuk oleh BI.
Ia menegaskan, layanan China Desk akan membantu perusahaan berbasis di Negeri Panda untuk dapat mengembangkan bisnisnya di Indonesia dengan memanfaatkan layanan keuangan yang dimiliki oleh Bank OCBC NISP.
Dengan memanfaatkan layanan LCS dari Bank OCBC NISP, nasabah korporasi akan mendapatkan nilai tukar valas yuan Tiongkok yang lebih kompetitif, serta mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dalam perdagangan.
Saat ini, Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dan mempunyai pengaruh ekonomi cukup kuat di dunia, sehingga kerja sama ini akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Tanah Air.
Tag
Berita Terkait
-
Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap
-
Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Ijab Kabul di Balik Borgol: Kisah Pasangan Pengedar 2 Ons Sabu yang Menikah di Polres Ngawi
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport
-
3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
Iri Tetangga Punya Mobil Baru? Video Emak-Emak Buang Kunci Portal Viral
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo