TANTRUM - Para pecinta musik Underground yang selalu berkumpul dikawasan jalanan Ujungberung Kota Bandung pada era tahun 1996.
Mereka mengatas-namakan diri Ujungberung Rebel. Nama yang muncul di komunitas itu, karena mereka berada dikawasan kota kecil bernama Ujungberung.
Menurut sesepuh Ujungberung Rebel Dani Papap, nama tersebut sangat cocok untuk komunitas pecinta musik keras bergenre Metal, Death Metal, GrindCore, Heavy Metal dan genre musik lainnya.
Pada tahun yang sama saat dicetuskannya nama Ujungberung Rebel, Papap menceritakan pada waktu itu hanya terdapat beberapa band yang orang tidak mengenalnya seperti nama Jasad, Sacrilegius, Sonic Torment, Forgotten, Disinfected dan Burger Kill.
"Kira - kira tahun 1996-1997 komunitas Underground seperti kami yang suka memakai baju hitam dan berambut gondrong menamakan barudak Ujungberung Rebel, karena kami asli dari kawasan UjungBerung. Ya itu pun kami anggap hanya cetusan biasa, tapi menjadi booming dengan nama Ujungberung Rebel. Padahal pada waktu itu saya ingat hanya ada beberapa band saja yang selalu nongkrong sehabis latihan band di studio Palapa seperti nama band Jasad, Sacrilegius , Sonic Torment, Forgotten, Disinfected, Burger Kill dan band lainnya yang sudah pergi entah kemana, " jelas Dani Papap dicuplik dari www.bdguptodate.com ditulis, Bandung, 25 jun 2022.
Untuk mengekspresikan gaya hidup anak muda pada masa itu, band yang lahir dari cetusan nama Ujungberung Rebel ini, tak malu unjuk gigi dalam panggung pesta ulang tahun kemerdekaan Indonesia.
Papap dengan gamblang membeberkan bercerita soal band - band yang selalu bersama nongkrong sehabis latihan itu.
"Ya untuk mengekspresikan diri dalam bermusik. Kami tidak langsung manggung di event Metal yang besar, karena pada waktu itu tidak ada event musik underground di Bandung. Maka dari itu kami selalu manggung dalam acara Agustusan, yang itupun digelar dilapangan kecil daerah kami tinggal, tepatnya di belakang toko baju Kalimas UjungBerung," kenang Papap.
Barisan berbaju hitam dan berambut gondrong ini tak sekedar hanya nongkrong dan hura - hura saja, namun untuk beranjak serius dalam bermusik yang digemarinya.
Baca Juga: Sejarah Holywings, Restoran yang Cara Promosinya Menuai Kontroversi
Komunitas ini selalu mengeluarkan pemikiran dan kegiatan baru. Hingga pada waktu itu komunitas underground ini membuat Zine yang berguna untuk alat informasi dan komunikasi buat sesama pecinta musik cadas.
"Untuk mengenalkan ke orang - orang tentang musik underground, anak - anak pada waktu itu membuat Zine sebagai salah satu alat informasi dan komunikasi. Ya karena pada waktu itu belum ada Internet seperti sekarang," kata Papap.
Zine yang dibuat barisan komunitas bawah tanah ini menjadi laku dan banyak peminat, hingga komunitas Ujungberung Rebel ini semakin dikenal oleh pecinta musik underground baik didalam kota maupun luar kota.
Pembuatan Zine tidak terus berkembang hingga sekarang, namun alat komunikasi bernama Zine itu sanggup dilahirkan sebanyak 9 kali dalam kurun waktu 12 tahun.
Tak hanya Zine yang mendukung keberadaan sejumlah band underground di kawasan Ujungberung terus ada hingga sekarang.
Namun dalam menjalani kehidupan, komunitas ini tak hanya mengandalkan penghasilan dari manggung di event - event dalam memutarkan roda perekonomian daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars