TANTRUM - Saat ini Warga Korea Selatan cenderung menyukai makanan sehat. Itu sebab mereka mulai meninggal makanan cepat saji.
Kondisi ini pun membuat banyak restoran siap saji sedang mengalami masa-masa sulitnya. Tak terkecuali restoran siap saji seperti McDonald's, KFC, dan Burger King.
Alasan ini pula yang membuat pengusaha enggan ambil alih hal menjalankan waralaba fast food.
Jikalau ada yang tetap bertahan, menurut pakar industri mengatakan bahwa perusahaan mungkin akan kesulitan menawarkan harga lebih tinggi.
"Meningkatnya biaya bahan dan tenaga kerja adalah risiko besar, karena sulit bagi rantai makanan cepat saji untuk menaikkan harga demi mengimbangi kenaikan biaya mereka," kata seorang eksekutif perusahaan ekuitas swasta domestik (PEF), yang mengkhususkan diri dalam pembelian waralaba makanan dan minuman (F&B), diberitakan CNBC Indonesia dikutip dari Korea Times.
Imbas kondisi ini, menurut para analis, waralaba makanan cepat saji di Korea kini tak punya pilihan selain menjual unit usahanya tahun ini untuk menghindari kondisi pasar yang lebih buruk, setidaknya di tahun depan.
"Saya mendengar bahwa KG Group telah menyesali akuisisi KFC Korea," katanya.
Penyesalan ini berasal dari kerugian yang dialami KG Group usai ambil alih operasi dari CVC Capital Partners. Kerugian yang dialami penurunan nilai modal pada 2020.
Sementara itu, kantor pusat McDonald's di Amerika Serikat telah berusaha menjual hak untuk menjalankan restoran luar negerinya kepada perusahaan lokal sejak awal 2000-an, untuk mengurangi utang dan menerima royalti atas hak tersebut.
Baca Juga: Dikabarkan Dekat, Ini Alasan Celine Evangelista Jatuh Hati Sama Marshel Widianto
Perusahaan dilaporkan ingin menjual McDonald's Korea kepada investor strategis untuk operasinya yang berkelanjutan dan stabil.
Kerugian operasional McDonald's Korea mencapai 44 miliar won pada 2019, kemudian meningkat menjadi 48,3 miliar won pada 2020, dan 27,7 miliar won pada 2021.
"Karena populasi negara yang menurun, pasar Korea tidak lagi menarik bagi McDonald's. Merek burger premium yang masuk ke pasar Korea juga menyulitkan McDonald's untuk memenangkan persaingan ketat di sini, karena lebih banyak konsumen yang lebih menyukai makanan yang terlihat lebih sehat," kata Suh Yong-gu, profesor bidang marketing di Universitas Wanita Sookmyung.
Tag
Berita Terkait
-
Performa Asnawi Mangkualam Tampak Menurun, Netizen: Minimal Sadar
-
Korea Selatan Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023
-
Kim Pan-gon Ikut Turun Gunung Demi Keberhasilan Malaysia U-19 di Piala AFF U-19 2022
-
Nayeon TWICE, BTS hingga IVE Behasil Puncaki Gaon Chart Minggu Ini!
-
KFC Eropa Tak Jual Nasi, Aksi Pria Indonesia Nikmati Ayam Goreng Ini Jadi Sorotan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim