TANTRUM - Pentingnya etika di ruang digital dalam transaksi online saat pembeli memberikan ulasan harus dikedepankan.
Contohnya ketika penjual di platform e-commerce mendapat ulasan buruk dari pembeli, maka cara meresponsnya harus tetap beretika.
Itu dikatakan oleh Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) Kalimantan Timur Eko Junirianto.
"Dalam merespons di ruang diskusi atau membalas chat dari pelanggan, gunakan kata-kata yang sopan dan sesuai kaidah," ujar Eko dalam keterangan resminya dicuplik dari suara.com, ditulis Sabtu, 2 Juli 2022.
Eko menyampaikan hal tersebut dalam webinar bertema Kreatif Menjual Produk Lokal di Era Digital yang digelar secara daring baru-baru ini.
Webinar tersebut bagian dari program Indonesia Makin Cakap Digital di Balikpapan, Kalimantan Timur yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.
Eko mengatakan ulasan pelanggan merupakan salah satu hal penting yang akan menjadi pertimbangan bagi konsumen lainnya dalam membeli produk.
Untuk itu, kata dia, penjual harus bisa tetap menjaga etika meski pelanggan memberikan ulasan yang kurang baik terhadap produk yang dijual.
"Jangan sampai melihat ulasan jelek lalu berkata kasar apalagi menyinggung SARA. Kita harus menghargai pelanggan agar memiliki toko yang baik dengan rating yang baik juga,” kata Eko.
Baca Juga: Prediksi Arema FC vs Barito Putera di Perempat Final Piala Presiden 2022 Sore Ini
Sementara itu, konsultan UMKM Fianda Julyantoro menilai bahwa lokapasar merupakan tempat yang sangat potensial sebagai media berjualan, karena selain praktis, lokapasar juga bisa menjadi sarana memperluas jangkauan pasar.
Fianda lantas membagikan tips agar mendapatkan hasil maksimal dalam berjualan di lokapasar.
“Cari tahu konsumen butuhnya apa? Kalau kita tidak punya produknya, jangan buru-buru memproduksi. Mulai dengan menjadi reseller dulu, yang penting barangnya dibutuhkan pasar. Manfaatkan juga fitur-fitur promosi yang tersedia di lokapasar,” ucap Fianda.
Hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.
Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan komunitas cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Myanmar Mulai Batasi Pengisian BBM Dua Kali Seminggu Dampak Tingginya Harga Minyak Dunia
-
Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga
-
Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia
-
Tidak Ciut Tekanan Suporter, Pelatih Saint Kitts and Nevis Singgung Balik Timnas Indonesia
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
-
Hadiri Acara Saudagar Bugis, Sherly Tjoanda Ungkap Kisah Ayah yang Pernah Hidup Susah di Makassar
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk
-
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
-
Mobil Tak Kuat Nanjak di Jalur Maut Gentong? Tenang, Pasukan "Ganjal Ban" Polres Tasik Siap Dorong