/
Minggu, 10 Juli 2022 | 13:17 WIB
Markus Spiske/Pexels

TANTRUM - Associate Clinical Professor di Departemen Urologi UCLA, Jesse N. Mills mengatakan bahwa duduk selama buang air kecil lebih baik, terutama bagi pria yang menderita masalah prostat.

Penyebabnya karena mereka bisa buang air kecil dengan kekuatan yang lebih besar daripada ketika berdiri. Ketika orang duduk, otot panggul dan pinggul rileks, membuat buang air kecil lebih mudah.

Duduk juga merupakan pilihan yang lebih baik bagi pria yang kesulitan berdiri dalam jangka waktu lama.

Hampir semua pria buang air kecil sambil berdiri. Namun, Mills telah memperingatkan bahwa duduk selama melakukannya justru lebih baik.

"Banyak pria duduk untuk buang air kecil jika mereka tidak bisa sepenuhnya mengosongkan kandung kemih," kata Mills, diberitakan The Sun dicuplik dari suara.com, 10 Juli 2022.

Ia melanjutkan, "Ketika Anda duduk, Anda dapat menggunakan otot perut dan mengeluarkan beberapa tetes urine dan merasa seperti telah mengosongkan semuanya."

Namun, Mills mengingatkan bahwa bukan berarti semua orang perlu duduk ketika buang air kecil.

Menurutnya, selama kandung kemih telah dikosongkan, maka orang-orang boleh buang air kecil dalam posisi apa saja.

Sementara itu, jika merasa kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Jakarta Terima 58.010 Ekor Hewan Kurban Saat Idul Adha, Didominasi Kambing Dan Domba

"Jika kandung kemih tidak dikosongkan dengan benar, maka dapat menyebabkan statis urin (atau retensi urin) dan mengakibatkan infeksi atau batu kandung kemih," jelas konsultasn obgyn Stergios Stelios Doumouchtsis.

Gejalanya termasuk aliran urin yang lambat, mengejan untuk buang air kecil, aliran yang terputus-putus, dan butuh beberapa saat untuk mulai buang air kecil.

Load More