/
Sabtu, 23 Juli 2022 | 15:35 WIB
Presiden Jokowi usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022 di Kebun Raya Bogor, Sabtu, 23 Juli 2022. (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

TANTRUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan dukungan positif kepada fenomena Citayam Fashion Week yang marak belakangan terjadi di sebuah area di pusat kota Jakarta. 

Jokowi mengatakan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan awak media usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022 di Kebun Raya Bogor, Sabtu, 23 Juli 2022.

"Asalkan positif saya kira nggak ada masalah, jangan diramaikan, hal-hal yang positif itu harus diberikan dukungan dan didorong," ujar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, selama kreativitas tersebut bersifat positif dan tidak melanggar aturan, maka hal tersebut juga perlu didukung.

"Asal tidak menabrak aturan, itu kan kreatif, karya-karya kreativitas seperti itu kenapa harus dilarang, asal sekali lagi tidak menabrak aturan dan tidak melanggar aturan, prinsipnya disitu," jelas Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.Psi., menjelaskan bahwa usia remaja memang menjadi fase bagi anak atau abg sedang dalam masa pencarian jati diri. 

Faktor lingkungan pertemanan bisa jadi sangat mempengaruhi mereka dalam menentukan siapa dirinya.

"Psikolog Erik Erikson menyebutkan bahwa remaja adalah masa identity vs confusion yang mana juga mengembangkan value kesetiaan. Remaja setia pada pertemanannya dan bagaimana kelompok dalam pertemanannya menggiring suatu tren yang dianggap bagi dirinya sesuatu yang 'cool' alias keren dan menjadi bagian dari society," jelas Samanta diberitakan suara.com, dicuplik Sabtu, 23 Juli 2022.

Samanta menambhakan dengan berkumpul di SCBD, membuat konten-konten viral dan akhirnya menjadi viral, mereka merasa jadi ada di panggung keberhasilan atas kreativitas mereka.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2022: Silat Bangau Putih Berbalas Silap Mata Jokowi

Perasaan berhasil tersebut bisa membuat para remaja itu mengalami peningkatan rasa percaya diri. Sehingga, dampak baiknya pula lebih menghargai diri sendiri atas usaha yang dilakukannya.

"Ternyata hal ini memunculkan motivasi dalam dirinya untuk semakin maju mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan kreativitas yang diciptakan," ujar Samanta.

Saat hasil kreativitas mereka menjadi viral dan mendapatkan popularitas, secara normal remaja memang akan menyadari nilai ekonomi yang didapat atas dirinya. 

Faktor tersebut, kata Samanta, bisa membuat anak-anak itu semakin yakin dengan kemampuan diri untuk berprestasi dalam pembuatan konten-konten viral juga peragaan busana.

Load More