TANTRUM - Amerika Serikat (AS) melaporkan penemuan perdana dua kasus cacar monyet pada anak-anak. Kasus-kasus itu menimpa seorang balita di California dan seorang bayi yang bukan warga AS.
Keduanya tidak berkaitan dan kemungkinan akibat tertular di dalam rumah, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam pernyataan.
Diberitakan ANTARA dicuplik dari suara.com, Senin, 25 Juli 2022, CDC mengatakan anak-anak itu berada dalam keadaan baik dan sedang menjalani perawatan.
Cacar monyet, yang menimbulkan gejala mirip flu dan lesi kulit, adalah penyakit endemik di negara-negara Afrika barat dan tengah.
Selama wabah kali ini, banyak kasus penyakit itu ditemukan di kalangan pria homoseksual dan di luar negara-negara tersebut.
Penyakit itu menular terutama lewat kontak dekat. Sejauh ini, 14.000 lebih kasus cacar monyet ditemukan di lebih dari 60 negara, dan lima kematian terjadi di Afrika.
Kasus cacar monyet pada anak bukan kejutan, kata Dr Jennifer McQuiston, wakil direktur divisi penyakit menular CDC, dalam sebuah konferensi daring.
Namun, kata dia, sampai hari ini belum ada bukti bahwa virus itu menyebar di luar komunitas gay dan pria biseksual.
Dia mengatakan 99 persen dari 2.891 kasus cacar monyet di AS terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan sesama pria, tetapi sejumlah wanita dan pria transgender juga terinfeksi.
Baca Juga: LPEI Dorong UMKM Perempuan Mendunia, Ini Kuncinya
Koordinator respons COVID-19 Gedung Putih Dr Ashish Jha dalam konferensi yang sama mengatakan pemerintah telah mendistribusikan 300.000 dosis vaksin cacar monyet.
Pemerintah juga berusaha mempercepat pengiriman 786.000 dosis tambahan dari Denmark.
Jha mengatakan pihaknya memiliki persediaan vaksin yang cukup bagi separuh lebih penduduk New York City dan 70 persen lebih populasi Washington DC, yang memenuhi kriteria.
Tingkat kematian selama wabah sebelumnya akibat cacar monyet jenis ini di Afrika mencapai sekitar satu persen, tetapi wabah kali ini tampaknya tidak terlalu mematikan di negara-negara nonendemik.
Namun, sejumlah pasien telah dirawat di rumah sakit karena menderita sakit parah.
Jha mengatakan AS masih mengevaluasi apakah wabah cacar monyet harus ditetapkan sebagai darurat kesehatan publik.
"Kita sedang mencermati hal itu, mencari cara-cara untuk meningkatkan respons, jika ada, dengan menetapkan darurat kesehatan publik," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal