/
Kamis, 28 Juli 2022 | 12:55 WIB
Ilustrasi stop Covid-19 (pexels/JK Holland)

TANTRUM - Pemerintah Kota Wuhan, di China Timur, memutuskan kembali menutup sementara (lockdown) beberapa bisnis dan transportasi umum terutama di pusat penyebaran Covid-19 berada di distrik Jiangxia. 

Pemerintah setempat menemukan kasus Covid-19 Selasa malam, dua melalui pengujian rutin dan dua lainnya dari kontak dekat.

Kota Wuhan, di China Timur, yang menjadi tempat pertama virus corona baru muncul, kembali diserang penyakit Covid-19. 

"Wilayah utama akan memasuki masa pembatasan tiga hari mulai Rabu," diberitakan Reuters mengutip pemerintah daerah, dicuplik dari CNBC Indonesia, Kamis, 28 Juli 2022.

"Selama itu, pemerintah akan melarang kegiatan yang melibatkan kelompok besar dan makan bersama di restoran, menutup sejumlah wilayah hiburan publik, pasar produk pertanian, klinik kecil dan menangguhkan layanan bus dan kereta subway."

Warga juga dilarang untuk meninggalkan area tersebut selama tiga hari. Pelancong juga diminta tidak datang.

Wilayah itu dihuni kurang lebih 900.000 orang. Penguncian sesuai dengan strategi China selama ini yakni 'nol Covid'.

Belum diketahui apakah ada varian baru lagi yang menyebar. Sebelumnya China menemukan kemunculan varian baru Omicron seperti BA.5.2.1 dan BA.5.3.1.

Strategi itu memungkinkan penguncian jika ditemukan kasus, meski di bawah 10, untuk memutus mata rantai penyebaran. 

Baca Juga: Pengamat: Kebijakan Bank Sentral AS Berisiko Pada Kurs Rupiah dan Cadangan Devisa

Wuhan sendiri sudah berhasil menangani Covid-19 dengan nol kasus selama setahun terakhir.

Sementara itu mengutip Worldometers, China mencatat 120 kasus bergejala di mana ada 1.796 kasus aktif saat ini. 

Dari data yang sama diketahui ada total 229.066 kasus Covid-19 di China hingga saat ini. Secara akumulatif ada 5.226 kematian.

Load More