TANTRUM – Kematian akan datang kepada siapa saja. Namun benarkah pria berisiko meninggal lebih awal daripada wanita? Sebuah penelitian terbaru berusaha menjawabnya.
Penelitian yang dikutip dari Suara.com, Kamis (28/7/2022), disebutkan bahwa hilangnya kromosom seks (Y) pria seiring bertambahnya usia ini menyebabkan otot jantung mereka terluka dan berisiko menyebabkan gagal jantung mematikan.
Hilangnya kromosom tersebut diduga menyebabkan pria berisiko meninggal dunia lebih awal dibandingkan wanita. Sebab, pria yang kehilangan kromosom Y meninggal pada usia yang lebih muda dan menderita kondisi yang berkaitan dengan usia, seperti penyakit kardiovaskular dan alzheimer.
Peneliti kesehatan Kenneth Walsh dari University of Virginia (UVA) memimpin studi baru, yang juga menunjukkan bahwa pria yang kehilangan kromosom Y bisa mencoba pengobatan dengan obat pirfenidone, yang terlah disetujui FDA untuk mengobati penyakit paru idiopatik fibrosis.
Penelitian menyatakan, bila wanita memiliki dua kromosom X, pria memiliki kromosom X dan Y. Tapi seiring bertambahnya usia, banyak pria yang kehilangan kromosom Y di sebagian kecil sel seiring bertambahnya usia, terutama perokok.
Kehilangan kromosom Y terjadi terutama pada sel darah dan sel lain yang mengalami pergantian cepat.
Tapi, ilangnya kromosom Y tidak terjadi pada sel reproduksi pria, sifat tersebut tidak diturunkan secara genetik.
Studi ini menemukan bahwa pria yang kehilangan kromosom Y dapat merespon dengan cukup baik terhadap pirfenidone dan obat antifibrotik lainnya yang sedang dikembangkan.
"Kromosom Y hilang dalam sel-sel yang mengalami pembelahan sel dengan cepat, seperti sel-sel kekebalan dalam darah," kata Walsh dikutip dari News Week.
Baca Juga: Cerita UMKM Bali: Terpuruk Karena Pandemi, Bangkit Berkat Go Digital
Perubahan genetik ini (kehilangan kromosom Y) mengubah fungsi sel-sel kekebalan, yang menyebabkan penyakit kronis dan memperpendek usia harapan hidup.
Penelitian baru Walsh mungkin yang pertama menunjukkan bahwa kehilangan kromosom secara langsung menyebabkan efek berbahaya pada kesehatan pria.
Dengan melakukan analisis data dari bank data Biobank Inggris, para peneliti menemukan bahwa hilangnya kromosom Y dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan gagal jantung pada pria.
Semakin banyak kromosom yang hilang, maka semakin meningkat pula risiko kematian pria. Bahkan, penelitian ini juga mempelajari faktor risiko lain yang berkontribusi pada penyakit kardiovaskular, seperti kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Tarik Investor Asing, KEK Mandalika Tawarkan Insentif Pajak Murah
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kevin Diks Waspadai Keunggulan Fisik Timnas Bulgaria Meski Tak Bawa Kekuatan Penuh
-
Lahan Sawah Anda Berubah Fungsi? Siap-siap Kena Denda Tiga Kali Lipat
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Bulgaria Digdaya di FIFA Series Edisi 2024!
-
Misteri Perahu Kosong di Muara Opak: Nelayan Bantul Hilang, Drone Thermal Dikerahkan
-
Tubuh Masih Lelah Setelah Lebaran? Ini 3 Cara Cepat Kembali Produktif
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda