TANTRUM - Bank milik negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8,9 persen atau mencapai Rp620,42 triliun pada semester I-2022. Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja fungsi intermediasi yang semakin kuat pada triwulan II-2022 mencapai Rp74,3 triliun atau lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2021 yakni Rp59,3 triliun.
Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengutaraka, kredit di segmen korporasi masih menjadi motor akselerasi kredit BNI. Pencairan kredit di kuartal kedua tahun ini utamanya disalurkan kepada top tier debitur korporasi.
Akselerasi penyaluran kredit ini menjadikan pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 14,7 persen (yoy) menjadi Rp205,3 triliun, segmen komersial besar yang tumbuh 31,2 persen (yoy) menjadi Rp48,5 triliun, serta segmen kecil yang juga meningkat 10,2 persen (yoy) dengan nilai kredit Rp100,2 triliun. Secara keseluruhan kredit di sektor bisnis bank tumbuh 7,7 persen (yoy) menjadi Rp512,3 triliun.
“Sektor ekonomi yang dibidik di segmen bisnis perbankan adalah sektor manufaktur, perdagangan, pertanian, transportasi dan pergudangan, serta telekomunikasi. BNI juga masuk pada sektor ekonomi hijau seperti energi baru dan terbarukan,” kata Novita.
Untuk kredit konsumer, BNI mampu mencetak kinerja positif di bisnis kredit payroll dengan pertumbuhan 19,6 persen (yoy) menjadi Rp39,1 triliun dan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 7,6 persen (yoy) menjadi Rp51,2 triliun.
Ia berharap tren kinerja ekonomi pada semester kedua tahun 2022 akan kembali membuat fungsi intermediasi dan kinerja BNI semakin kuat.
"Dengan semakin kuatnya potensi pertumbuhan debitur perbankan hijau atau "green banking", BNI tetap optimis pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun antara tujuh persen hingga 10 persen pada tahun ini," katanya.
Ia mengatakab, tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan transformasi yang kami lakukan sudah mulai menunjukkan hasil. BUMN ini berharap laba tahun ini mampu menembus rekor laba tertinggi sepanjang sejarah BNI.
Untuk pembiayaan BNI pada segmen hijau telah mencapai Rp176,6 triliun atau sebesar 28,6 persen dari total kredit. Seluruh pembiayaan tersebut diperuntukkan bagi industri yang menghasilkan produk atau jasa yang berdampak positif terhadap lingkungan hidup.
Pembiayaan hijau BNI utamanya diberikan untuk kebutuhan pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM senilai Rp117,9 triliun. Adapun selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau Rp16,1 triliun, energi baru terbarukan (EBT) Rp12 triliun, pengelolaan polusi sebesar Rp7,2 triliun, serta pengelolaan air dan limbah sebesar Rp23,4 triliun.
Sementara, restrukturisasi kredit COVID-19 menurun dari Rp81,8 triliun pada semester II-2021 menjadi Rp62,9 triliun di semester I-2022.
"Bahkan, sebanyak 64 persen debitur BNI terdampak pandemi mulai melakukan pembayaran di atas tarif dasar pinjaman, sehingga tren perbaikan kualitas kredit diperkirakan terus berjalan di semua segmen," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor