/
Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:01 WIB
KKN mahasiswa IPB bersama suku Orang Rimba. ((IPB))

TANTRUM - Sebuah program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) unik digelar IPB University. Mengambil lokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Jambi, mahasiswa IPB melakukan program SERASI (Sekolah Rimba Asik) kepada Orang Rimba khususnya anak-anak. 

Orang Rimba atau Suku Anak Dalam merupakan suku pedalaman Jambi yang bermukim disekitar kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas. Bekerja sama dengan salah satu guru Sekolah Rimba yang ada di Desa Lubuk Jering, yaitu Ali Imron. 

“Kegiatan SERASI (Sekolah Rimba Asik) ini bertujuan untuk untuk menciptakan kualitas lingkungan belajar yang kondusif, ekologis, lestari secara nyata dan berkelanjutan, dengan cara-cara yang simpatik, kreatif dan inovatif dengan menganut nilai-nilai dan kearifan budaya lokal,” kata Dicky, Ketua Kelompok KKN-T, dikutip dari laman IPB, Sabtu (30/7/2022).   

Kegiatan ini menurutnya dapat menambah pengetahuan bagi anak-anak terutama dalam membaca, menulis, dan berhitung. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk menghafalkan pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Pada tahun 2018, menurut Dicky, pemerintah Kabupaten Sarolangun membangun Kampung Terpadu Madani untuk tempat tinggal tetap bagi masyarakat suku anak dalam di desa Lubuk Jering. Kegiatan Sekolah Rimba pun dilakukan di Kampung Terpadu Madani tersebut. Terdapat 2 ruang kelas dan 20 orang murid yang mengikuti Sekolah Rimba.

Namun dikarenakan adanya tradisi Melangun, lanjutnya, yaitu tradisi berpindah-pindah tempat bagi Suku Anak Dalam ketika ada anggota keluarga meninggal dunia untuk menghilangkan kesedihan sehingga menyebabkan Sekolah Rimba kini sudah tidak begitu aktif. Siswa-siswi Sekolah Rimba yang dulunya ramai, kini hanya tinggal beberapa. 

“Kini, guru Sekolah Rimba di Desa Lubuk Jering harus mencari suku anak dalam yang berada di sekitar Desa Lubuk Jering,” imbuhnya.

Disebutnya, beberapa murid yang masih aktif belajar, di antaranya Besidar, Meralam, Bidar, dan Besana. Keempat anak tersebut merupakan anak dari kelompok Temenggung Melayu Tua yang saat ini bermukim di sekitar kebun di Desa Lubuk Jering. 

“Lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman masyarakat Desa Lubuk Jering sehingga masih dapat ditemukan, sedangkan anak-anak lainnya ikut bersama keluarganya untuk melangun ke dalam hutan. Saat ini yang telah lama mengikuti kegiatan Sekolah Rimba bernama Besidar. Besidar saat ini berumur 12 tahun. Ia sudah bisa menulis dan membaca dengan baik,” urainya.

Baca Juga: Tayang Perdana, Drama Korea Big Mouth dan Today's Webtoon Bersaing Ketat

Ia berharap ke depan Sekolah Rimba dapat dilaksanakan di satu lokasi secara menetap dan semakin banyak siswa-siswi Sekolah Rimba yang bergabung sehingga pendidikan dapat disebarluaskan secara inklusif. 

Load More