TANTRUM - Tanaman sorgum memiliki potensi besar di Indonesia. Sayang, tanaman mirip jagung yang mudah dikembangkan sebagai bahan tepung ini belum banyak yang melirik. Pemerintah diharapkan bisa membantu petani dalam pengembangan sorgum.
Selain sebagai bahan tepung untuk membuat aneka kue, seperti tepung terigu dan sebangsanya, tanaman sorgum juga memiliki banyak manfaat. Daunnya bisa sebagai pakan ternak, sedangkan batang pohonnya bisa menjadi bahan pengganti kayu untuk bahan meubel.
Peneliti sorgum dari Unpad, Anas, menjelaskan, dalam mengembangkan budi daya sorgum di Indonesia, diperlukan dukungan dari pemerintah. Pemerintah disarankan agar fokus pada sektor pengolahan pascapanen.
“Pemerintah membuat berbagai inovasi pengolahaan tepung sorgum jadi berbagai macam makanan/produk pangan alternatif,” kata Anas, dikutip Minggu (7/8).
Dosen Departemen Budi Daya Pertanian Fakultas Pertanian Unpad ini menuturkan, dari sisi teknologi dan budi daya, banyak petani yang dapat menanam sorgum dengan baik. Hal ini karena sorgum merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, cocok ditanam di iklim tropis, dan kuat dari serangan hama. Proses budi dayanya pun hampir mirip dengan budi daya jagung.
“Sebetulnya sama seperti jagung, tanamannya tidak manja. Hama utamanya hanya burung. Petani yang terbiasa menanam jagung akan berhasil menanam sorgum,” jelasnya.
Anas menilai bahwa permasalahan utama dari budi daya sorgum di Indonesia adalah masih kurangnya pasar yang mau menjual produk olahannya, salah satunya tepung sorgum. Banyak petani yang kebingungan memasarkan produk pertaniannya.
Karena itu, dukungan pemerintah terutama dalam memasarkan produk hasil olahan sangat penting. Hal ini sebagai upaya mengenalkan lebih luas mengenai produk turunan sorgum ke masyarakat.
“Contohnya sama seperti mi instan, dulu mi instan itu tidak familiar. Ketika inovasi-inovasi rasa kemudian muncul, mi instan akhirnya menjadi budaya makan orang Indonesia,” kata Anas.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Lagu ITZY yang Akan Membuatmu Merasa Optimis dan Percaya Diri
Selain mengembangkan produk pangan berbahan tepung sorgum, Pemerintah juga bisa menggalakkan kebijakan untuk mencampur tepung gandum dengan tepung sorgum untuk membuat makanan “Ada timbangan campuran yang direkomendasikan. Ini yang harus terus digalakkan pemerintah sehingga petani sorgum bisa terus bergerak,” kata Anas.
Kaya Manfaat Anas memaparkan, pengolahan sorgum, baik untuk tepung maupun bahan pangan pengganti beras, memiliki banyak manfaat. Secara kualitas, tepung sorgum dinilai lebih baik karena tidak mengandung gluten.
Hal ini sangat cocok dikonsumsi, terutama bagi penderita autisme. Selain itu, campuran tepung sorgum dalam olahan makanan tidak akan mengubah rasa asli makanan. Sementara jika dikonsumsi sebagai pengganti beras, sorgum memiliki kandungan protein lebih tinggi daripada nasi.
Anas yang juga peneliti di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Faperta Unpad mengatakan, ada banyak potensi lain yang bisa dimanfaatkan dari tanaman sorgum. Selain bijinya, daun dan batang tanaman sorgum juga bisa dimanfaatkan.
“Daun sorgum bisa digunakan untuk pakan ternak, kemudian batangnya kalau di luar negeri sudah biasa digunakan sebagai bahan baku meubel pengganti kayu. Ini dimungkinkan karena batang sorgum terkenal liat dan kuat,” kata Anas.
Berita Terkait
-
Dukung Pertanian ke Arah Maju, Mentan Minta Petani Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat
-
Sektor Pertanian Dinilai Jadi Aspek Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
-
Kementan Lakukan Optimasi Lahan Kering agar Sektor Pertanian Makin Produktif
-
Mentan : Sektor Pertanian Telah Membuktikan sebagai Bantalannya Ekonomi Negara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
Terungkap! Ini Alasan Pengunduran Diri Massal Kepsek SMA/SMK di Sulsel
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis