TANTRUM - Turnamen Dota 2 terbesar di dunia pertama kalinya digelar di Asia Tenggara, yaitu di Singapura yang bakal jadi tuan rumah. The International (TI) mengumumkan lewat laman resminya Dota2.com, untuk harga tiketnya.
"The Internasional semakin dekat, dan tiket akan dirilis untuk dijual pada 13 Agustus. Semua tiket akan dijual dalam satu gelombang mulai pukul 10 pagi SGT (2 pagi GMT), dengan batas 5 tiket per pelanggan untuk setiap tanggal," tulis Valve pada situs resmi Dota 2.
Valve menambahkan, pembeli yang tinggal di Singapura, akan mendapat opsi untuk pengiriman kurir atau penjemputan melalui telepon. Semua orang lain harus mengambil tiket mereka hanya bila diminta. Mengacu pada Waktu Indonesia barat (WIB), penjualan dimulai pada pukul 9.00 WIB.
Untuk tiketnya dibagi dalam dua jenis. Pertama yakni ketika playoff berlangsung dari 20-23 Oktober. Sementara yang kedua yaitu babak final pada 29-30 Oktober mendatang.
Sementara untuk harga tiket playoff dibanderol senilai SGD 88 atau sekitar Rp 950 ribu. Pada babak play-off sebanyak enam belas tim teratas Dota 2 bersaing untuk mendapatkan slot di puncak acara.
Sementara pada babak final, harga tiketnya dijual lebih mahal dari babak play-off. Harga tiket final mencapai SGD 498 atau sekitar Rp 5,3 juta.
Harga tiket final sudah mencakup dua hari pertandingan yang digelar di Singapore Indoor Stadium. Jadi, para penonton bisa menikmati dua hari pertandingan yaitu tanggal 29 dan 30 Oktober 2022.
Untuk total tim yang akan bertanding di TI, yaitu 20 tim yang berasal dari berbagai negara. Antara lain yaitu 12 tim lolos di Dota Pro Circuit, enam tim dari kualifikasi regional di Amerika Utara, Eropa Barat, Amerika Selatan, Eropa Timur, Tiongkok, Asia Tenggara, serta dua tim melalui Wildcard.
Sebelum memasuki babak play-off, akan diadakan The International Regional Qualifiers. Acara tersebut dimulai pada tanggal 3-18 September 2022 setelah patch 7.32 hadir.
Baca Juga: Cinta Tak Pandang Kasta, Suami Polwan di Pontianak Berprofesi Sopir Truk
Para tim yang berlaga di TI, selain berusaha menyabet gelar tim Dota 2 terbaik di dunia, mereka berjuang untuk memperbutkan total hadiah USD 1,6 juta atau sekitar Rp 23,4 miliar. Namun, jumlah tersebut terbilang lebih rendah apabila dibandingkan musim sebelumnya, yang mencapai USD 40 juta atau sekitar Rp 586 miliar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC