Fitch juga telah menaikkan proyeksi harga batu bara thermal Asia yang dikirim dari Pelabuhan Newcastle. Rata-rata harga batu bara akan berada di US$ 320 per ton untuk tahun ini, dari US$ 230 pada proyeksi sebelumnya.
Rata-rata harga batu bara akan melandai menjadi US$ 246 per ton pada 2022-2022. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan yang dikeluarkan sebelumnya yakni US$ 159 per ton.
Analis Argus Media Alex Thackrah mengatakan sulit bagi negara-negara Uni Eropa untuk meningkatkan pasokan dengan cepat karena tantangan logistik dan transportasi. Kalaupun mereka mendapatkan pasokan maka harganya akan sangat mahal.
Pasalnya, mereka harus bersaing dengan pembeli lain seperti India, Korea Selatan, ataupun Vietnam yang selama ini sudah memegang kesepakatan dengan negara produsen seperti Indonesia dan Australia.
"Tantangan akan menjadi berat untuk memenuhi pasokan pada musim dingin tahun ini," tutur Thackrah, kepada Politico.
Dilansir dari Vietnam+, pemerintah Vietnam menargetkan untuk mengimpor lebih banyak batu bara pada tahun-tahun mendatang.
Impor batu bara Vietnam diperkirakan akan meningkat menjadi 50-83 juta ton per tahun mulai 2025-2035.
Pada 2021, negara tersebut hanya mengimpor pasir hitam sebanyak 36 juta ton. Kenaikan impor untuk memenuhi konsumsi domestik mereka yang terus melonjak.
Konsumsi batu bara Vietnam diperkirakan akan meningkat menjadi 94-97 juta ton pada 2025. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan yang tercatat pada 20211 yakni 38,77 juta ton atau pada 2021 (53,52 juta ton).
Baca Juga: 5 Perasaan yang Akan Dirasakan Ketika Menjadi Seorang Ibu
Berita Terkait
-
PLN Masih Jadi Pengguna Batu Bara Kelistrikan Terbesar di Indonesia
-
Pengusaha Batu Bara Pilih Ekspor Dibanding Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Apa Alasannya?
-
Menteri ESDM Sebut RI Terancam Krisis Batu Bara Lagi, PLN Klaim Masih Aman
-
Dikepung Polusi Batu Bara, Warga Padalarang Bandung Barat Tak Bisa Hirup Udara Segar
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Dari Nostalgia Rasa ke UMKM Sukses, D'Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Menghidupkan Kenangan Lewat Rasa, D'Kambodja Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat Dukungan BRI