TANTRUM - Matahari, sebagai bintang yang jadi sumber energi untuk Bumi, disebut terus menerus kehilangan massa atau habis energi.
Meskipun itu diprediksi masih lama, apakah ini pertanda kiamat di Bumi? Diberitakan Live Science, dicuplik dari CNN, Sabtu, 13 Agustus 2022, reaksi fusi nuklir yang menggerakkan Matahari mengubah massa menjadi energi mengikuti persamaan terkenal Einstein, E = mc^2 .
Karena Matahari terus-menerus menghasilkan energi, ia juga terus kehilangan massa. Para ahli memperkirakan proses ini akan berlangsung 5 miliar tahun lagi hingga benar-benar kehabisan 'bensin'.
Selama sisa masa hidup Matahari, model bagaimana bintang berevolusi dari waktu ke waktu memprediksi Matahari akan kehilangan sekitar 0,1 persen dari total massanya sebelum mulai mati.
Brian DiGiorgio, seorang astronom di University of California, Santa Cruz, mengatakan ketika 5 miliar tahun itu habis, Matahari akan menjadi raksasa merah.
Itu berarti Matahari akan menjadi lebih besar dan lebih dingin pada saat yang bersamaan. Ketika itu terjadi, Matahari yang kita kenal sekarang tak ada lagi.
Mengutip Space, Matahari akan berubah sebagai raksasa merah yang 2.000 kali lebih terang dari sekarang. Dia akan memasuki fase tersebut setelah membakar sebagian besar hidrogen di intinya.
Menurut NASA, Matahari akan berhenti menghasilkan panas melalui fusi nuklir sekitar 5 miliar tahun dari sekarang, dan intinya akan menjadi tidak stabil dan menyusut.
Jika Matahari meledak, semua kehidupan manusia dan tumbuhan di Bumi akan musnah alias kiamat. Kematian tata surya kita tidak diragukan lagi akan dihasilkan dari ledakan Matahari.
Baca Juga: Pemkab Jayapura Gelar Pre-Event Festival Danau Sentani 2022 di Hotel Sultan
Dikutip dari Science Times, para ilmuwan tidak percaya ledakan itu akan terjadi karena Matahari sangat kecil dibandingkan dengan bintang lain di galaksi.
Namun, para astronom percaya supernova raksasa akan sangat langka. Matahari diperkirakan akan berakhir dengan kecepatan yang lebih lambat dan bertahap.
Menurut para ahli, Matahari pada akhir masa akan mendingin dan tumbuh lebih besar, kemudian berubah menjadi monster merah.
DiGiorgio mengakui sejauh ini belum ada kesepakatan para ahli soal seberapa besar matahari akan membengkak selama fase raksasa merah itu.
Menurutnya, ada perkiraan yang menunjukkan matahari akan tumbuh cukup besar hingga menelan Bumi dan menyebabkan planet berputar secara spiral dan tertelan.
Namun, katanya, ada pula kemungkinan perluasan ukuran Matahari tidak mencapai Bumi. Artinya, Bumi masih dapat bertahan dan terus mengorbit. Masalahnya, bisa tidak Bumi bertahan tanpa energi Matahari?
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football
-
4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Influencer Digital Hari Ini: Antara Pengaruh dan Tanggung Jawab
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!