- Pemain timnas U-20 Fadly Alberto Hengga melakukan aksi tendangan kungfu dalam laga EPA antara Bhayangkara FC melawan Dewa United.
- Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, yang memicu kontroversi besar dalam dunia sepak bola Indonesia.
- Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, resmi mencoret Fadly Alberto Hengga dari skuad tim nasional akibat aksi tidak terpuji tersebut.
Suara.com - Di balik labelnya sebagai pemain tim nasional, tersimpan kisah perjuangan panjang Fadly Alberto Hengga yang merintis karier dari keluarga dengan segala keterbatasannya.
Namun, satu momen tak terkontrol kini berpotensi menghancurkan semua yang telah ia bangun dengan susah payah.
Aksi tendangan kungfu yang dilakukannya dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC vs Dewa United, Minggu (19/4/2026), telah mencoreng namanya.
Kini karier yang ia rakit berkat doa dan pengorbanan sang ibu berada di ujung tanduk.
Sanksi terberat pun datang dengan cepat. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, secara tegas menyatakan bahwa pintu tim nasional kini tertutup untuknya.
"Sudah dicoret di timnas, Fadly Alberto Hengga. Dia pemain kunci timnas U-20,“ kata Sumardji.
Keputusan ini terasa sangat tragis jika melihat kembali perjalanan hidup Fadly. Pemain kelahiran Timika ini dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di Bojonegoro yang bekerja serabutan, mulai dari mencuci pakaian hingga merawat anak tetangga, demi mendukung mimpi sang putra.
“Ibu saya mengajak saya ke turnamen di mana pun diadakan, dan saya mulai bermain dengan serius pada usia sembilan tahun dan menjadi bagian dari tim nasional U16 pada usia 15 tahun," cerita Fadly dalam sebuah wawancara dengan AFC.
Semangatnya untuk menjadi pesepakbola professional memang sudah tertanam sejak kecil.
Baca Juga: PSSI Tutup Pintu Rapat-rapat untuk Shin Tae-yong! Tegaskan Rumor yang Beredar Hoaks
“Sejak kecil, saya selalu memegang bola, dan saya selalu merasa memiliki darah pemain bola,” katanya.
Bakatnya yang luar biasa sudah terlihat sejak ia bergabung dengan SSB Sukorejo Putra Bojonegoro saat masih duduk di bangku kelas 2 SD.
Pelatihnya saat itu, Hadi Purwanto, mengenang betapa istimewanya talenta Fadly.
“Permulaan Fadly ikut SSB umur delapan tahun. Jadi ikut latihan tiga kali itu sudah kelihatan talentanya," katanya.
"Mempunyai bakat lebih dari yang lainnya yang seumurannya. Bahkan dia bisa mengimbangi umur di atasnya. Sejak saat itu dia sudah sering ikut turnamen kelompok umur,” terang Hadi Purwanto.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil manis saat ia berhasil menjadi bagian dari skuad yang membawa Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Namun, kini semua pencapaian dan pengorbanan itu terancam sia-sia akibat satu aksi tak terpuji yang bisa mengakhiri kariernya di tim nasional lebih cepat.
Tag
Berita Terkait
-
Nova Arianto Siapkan Sanksi untuk Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Terlibat Keributan EPA
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Dewa United vs Persib Tanpa Penonton, Beckham Putra Ungkap Respon Berkelas
-
Hadapi Persib Tanpa Penonton, Pelatih Dewa United Kecewa: Layaknya Aktor, Kami Butuh Penonton!
-
Prediksi Dewa United vs Persib Bandung di Super League Malam Ini
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp5 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija