TANTRUM - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santosa mencium adanya upaya perlawanan dari kelompok Irjen Ferdy Sambo terhadap Timsus Polri.
Menurut Sugeng, perlawanan Geng Sambo terhadap Timsus untuk menjatuhkan nama baik para personel Timsus.
Cara yang ditempuh Geng Sambo dalam menjatuhkan moral Timsus adalah dengan menyebar isu negatif terhadap personel Timsus.
"Sebetulnya ada perlawanan yang menyerang orang-oang di dalam Timsus. Perlawanan dari kelompok (Sambo) ini. Akan menebar isu. Isu-isu negatif terhadap orang-orang di dalam Timsus," kata Sugeng dikutip dari YouTube Narasi Newsroom, dicuplik dari Suara Lampung, MInggu, 14 Agustus 2022.
Sugeng menerangkan, Ferdy Sambo adalah (mantan) Kadiv Propam yang memeriksa para anggota polisi bermasalah.
"Dari situ dia tahu rahasia-rahasia orang. Dia collect rahasia orang nah ini mau dimainkan. Dia pegang kartu. Saling menyandera," papar Sugeng.
Untuk mengantisipasi serangan terhadap Timsus, Sugeng menyarankan masyarakat mendukung penuh kerja Timsus menyidik kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Kita harus dukung Timsus dan para personel Timsus. Kita abaikan dulu narasi-narasi yang menyerang Timsus. Supaya kita fokus penyelesaian kasus Sambo. Timsus jangan bargaining dengan mereka," ujarnya.
Sugeng menyebut Geng Sambo yang terlibat dalam kasus rekayasa pembunuhan Brigadir Yosua adalah mafia di tubuh Polri.
Baca Juga: Literasi Digital RI Masih Rendah, Ketika Pandemi Banyak Masyarakat yang Kelabakan
"Sambo dan 31 orang yang sukarela terjun ke jurang ini adalah mafia. Karena apa? Mafia kan kerjanya bergerak dalam dunia kejahatan. Yang mereka lakukan kan jahat," kata Sugeng.
Menurut Sugeng, mafia bekerja menutupi kasus-kasus pelanggaran hukum dengan cara membunuh saksi, menyuap, mengarang cerita bohong. Cara ini kata dia sama dengan yang dilakukan Sambo cs.
"Mafia juga sistematis bekerjanya. Kemudian terstruktur. Ada strukturnya bintang dua, bintang satu. Silakan bantah deh yang ga setuju," katanya.
Hal lain yang juga membuat Geng Sambo disebut mafia adalah karena dia bersifat masif. Menurut Sugeng, pengertian masif di sini adalah anggotanya dari kesatuan berbeda-beda.
"Sambo dari Propam, ada dari Polres Jakarta Selatan, Bareskrim, ada juga Polda Metro Jaya, berbeda-beda," kata dia.
Ternyata menurut Sugeng muaranya rumah Geng Sambo ada di Satgasus (Merah Putih).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Jangan Sampai Terlewat! Ada Diskon Pajak Kendaraan saat Libur Lebaran 2026
-
H-Street Comeback: Sneaker Ikonik PUMA yang Kini Jadi Statement Gaya Anak Muda
-
Review Rumah Kaca: Akhir Tragis Perjuangan Minke di Tangan Pangemanann
-
Investigasi Teror di Sekolah dalam Misteri Asrama: Dont Trust Anyone
-
Pengunggah Foto Viral Sesajen Santet Bersyukur Wanita yang Jadi Korban Muncul
-
Lebih dari Sekadar Kacamata: Kisah Harapan Anak Tunanetra yang Terwujud di Bulan Ramadan
-
Cara Membersihkan Lantai Kamar Mandi yang Hitam dan Licin
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Cek Fakta: Benarkah Ari Wibowo Menikah dengan Clara Oktavia?