TANTRUM - Seluruh negara saat ini masih melakukan transisi usai pandemi korona mulai mereda. Namun itu hanya dua tarikan nafas, karena muncul kembali penyakit cacar monyet yang sudah berganti nama menjadi clades virus.
Dua penyakit ini belum kelar penularannya, kini mucul penyakit yang disebut flu tomat. Apa salah tomat hingga dikaitkan dengan penyakit? Dinamai flu tomat karena memiliki gejala lecet atau lepuh merah seperti tomat yang secara bertahap bisa membesar hingga seukuran tomat.
Dilansir dari jurnal medis The Lancet, dicuplik dari Republika, Sabtu, 20 Agustus 2022, dokter mengatakan bahwa flu tomat sangat menular dan dikhawatirkan bisa menular juga ke orang dewasa.
Laporan itu juga menjelaskan, anak-anak berisiko lebih tinggi terkena flu tomat karena infeksi virus umum terjadi pada kelompok usia ini dan penyebarannya kemungkinan melalui kontak dekat.
Anak kecil juga rentan terhadap infeksi ini melalui penggunaan popok, menyentuh permukaan yang tidak bersih, serta memasukkan benda langsung ke mulut.
Selain itu, flu tomat juga memunculkan ruam yang menyebabkan iritasi kulit. Seperti halnya infeksi virus lainnya, gejala lebih lanjut termasuk kelelahan, mual, muntah, diare, demam, dehidrasi, pembengkakan sendi, nyeri tubuh, dan gejala seperti influenza umum.
"Mengingat ada kesamaan dengan flu singapura, jika wabah flu tomat pada anak-anak tidak dikendalikan dan dicegah, penularan dapat menyebabkan konsekuensi serius dengan menyebar pada orang dewasa juga," kata ahli dilansir The Sun, Jumat (19/8/2022).
Para ahli juga membandingkan lepuh ruam dengan cacar monyet, gejala demam dengan demam berdarah, chikungunya, dan flu singapura (penyakit tangan, kaki, dan mulut).
Bahkan, para peneliti menduga flu tomat adalah efek lanjutan dari flu singapura. Namun, mereka masih berusaha mencari tahu persis apa yang memicu gejalanya.
Baca Juga: 3 Film Horor Siap Meneror di September, Ada Cinta Laura hingga Titi Kamal!
Penyakit ini terdeteksi pada 82 anak di India, penyakit infeksi virus ini menyebabkan ruam merah dan gejala yang mirip dengan penyakit penyebab demam lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting