/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 05:58 WIB
Ilustrasi gempa bumi (pixabay)

TANTRUM - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan analisis gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,7 yang dimutakhirkan menjadi 6,5 di wilayah Bengkulu

Morfologi daerah Kabupaten Kaur merupakan dataran pantai yang dibatasi pada bagian timur oleh perbukitan bergelombang hingga terjal. 

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono bilang daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur tersier berupa batuan sedimen dan rombakan gunung api, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan rawa. 

Sebagian batuan berumur tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi

"Selain itu pada morfologi perbukitan terjal dan batuannya telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Rabu, 24 Agustus 2022.

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, Eko mengatakan kedalaman dan data mekanisme sumber dari data Badan Geologi Jerman, GeoForschungsZentrum (GFZ), kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman dengan mekanisme sesar naik berarah barat laut  – tenggara dengan sudut landai (low angle), dan kedudukan N 315 E, dip 23 dan slip 98.

GFZ Jerman menyebutkan lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 103,17 BT dan 4,99 LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 57 km. 

Eko menjelaskan gempa bumi ini terekam oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang berpusat di 5.22 LS dan 102.95 BT ini terjadi di kedalaman 52 kilometer pada Selasa (23/8) pukul 21.31 WIB.

"Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 103,101 BT dan 5,076 LS dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 58,8 km," kata Eko.

Baca Juga: Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan, Bank DKI Dukung Program Satu Rekening Satu Pelajar

Eko menerangkan hingga laporan analisis otoritasnya diterbitkan, belum diperoleh informasi adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. 

Berdasarkan informasi BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kaur terasa pada skala V MMI (Modified Mercalli Intensity) di Pulau Enggano, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong dan Liwa terasa pada skala IV MMI, di Kota Bengkulu terasa pada skala III-IV MMI. 

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. 

"Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu kejadian tsunami," sebut Eko.

Eko menjelaskan data Badan Geologi, pantai di Provinsi Bengkulu tergolong rawan bencana tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 meter.

Meski beitu, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.

Load More