Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut ini dalam mengobati luka diabetes:
1. Merawat luka secara rutin
Saat mengalami luka, diabetesi perlu merawatnya dengan hati-hati. Selain memberikan obat secara rutin sesuai anjuran dokter, Anda perlu rutin membersihkan luka dan menutupinya dengan perban bersih.
Gunakan salep antibiotik untuk mencegah infeksi dan tutup dengan menggunakan perban yang steril. Ganti perban secara berkala setiap hari dan bersihkan kulit di sekitar luka.
Selain itu, selalu perhatikan apakah muncul tanda-tanda infeksi pada luka. Jika ia, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.
Jika terjadi pada kaki, Anda sebaiknya memakai kaus kaki setiap menggunakan sepatu. Namun, Anda perlu sesekali membuka sepatu dan kaus kaki agar kulit bisa bernapas sehingga kulit tidak lembap.
2. Kurangi tekanan pada luka
Hindari memberikan tekanan pada daerah yang terluka. Ketika menutup luka dengan kasa atau perban, jangan melilit atau menutup luka terlalu kencang.
Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan yang empuk agar Anda tidak menginjak daerah yang mengalami luka. Usahakan juga untuk tidak berjalan terlalu sering sampai luka benar-benar sembuh.
Baca Juga: 7 Tahun Kuliah Sambil Jadi Ajudan, Dua Permintaan Terakhir Brigadir J Diungkap Ayah
3. Menjaga kadar gula darah tetap normal
Dalam merawat luka diabetes, baik kering maupun basah, Anda perlu menjaga kadar gulanya tetap normal. Ini karena kadar gula darah normal merupakan faktor paling berpengaruh dalam proses penyembuhan luka.
Kadar gula yang normal bisa diraih dengan menerapkan pola hidup yang sehat, seperti menjaga pola makan diabetes tetap seimbang dan teratur, rutin olahraga, dan minum obat diabetes sesuai anjuran dokter.
4. Konsultasi ke dokter
Bila luka kering yang telah dirawat tidak kunjung pulih dalam beberapa minggu serta menimbulkan kemerahan dan rasa sakit, segera periksakan ke dokter.
Gejala ini bisa menandakan luka kering diabetes yang telah berkembang menjadi luka basah akibat infeksi. Umumnya, luka akan diobati dengan krim atau salep antibiotik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar
-
Rumahnya Terendam Banjir, Katon Bagaskara Ngadu ke Gubernur Jakarta: Tolong Pak Pram
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Apa Saja Kegunaan Sertifikat Mualaf? Heboh Punya Richard Lee Dicabut
-
Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah
-
7 HP Gaming Rp2 Jutaan Paling Kencang 2026, Bisa Rata Kanan!
-
Pengendara Harley Davidson Tabrak Bocah di Toraja Utara Jadi Tersangka
-
Timnas Bosnia dan Herzegovina: Ambisi Besar 'Si Naga' Mengguncang Dominasi Global
-
Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen
-
Profil Timnas Ceko: Akhiri Puasa 20 Tahun, Siap Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026