/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:02 WIB
Tangkapan layar soal pertamax dan sulitnya membeli pertalite. (Twitter)

TANTRUM - Warga Indonesia resah menghadapi isu rencana kenaikan BBM subsidi Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter. Keresahan ini terpantau di Twitter. Topik pertalite dan pertamak hangat yang diperbincangkan.

Bahkan kata kunci pertamax sempat menduduki trending topic Twitter Indonesia. Warganet protes rencana kenaikan harga pertalite, di sisi lain mereka kesulitan mencari pertalite sehingga terpaksa harus mengisi kendaraan mereka dengan bbm mahal seperti pertamax yang harganya Rp 12.500 atau bahkan pertamax turbo.

Rencana kenaikan harga Pertalite ini disebut-sebut karena melonjaknya harga minya dunia yang tembus hingga 100 dolar AS.

Kata kunci Pertamax terpantau menduduki Trending Topic Twitter Indonesia. Hal ini karena harga Pertalite dibanderol dengan harga yang tak jauh dari harga Pertamax.

"Pas ustad, apa boleh motor Supra saya diisi Pertamax Turbo soalnya kata temen itu perbuatan yang berlebihan," cuit @rezasnegara.

"Pertalite habis, duit gue juga ikut habis karena nggak ada jalan lain selain Pertamax," tulis akun @sergjeantbarnes.

"Bismillah kerja sampe bisa beli Pertamax Turbo serasa Pertalite," komentar @galangfirmanm.

"Pernah ngetes ekonomi dengan isi Pertamax dengan terus-menerus, akhirnya cuma kuat bertahan tiga minggu doang. Ternyata jarak tempuh dan isi dompet belum dapat bertahan," ungkap @masrands_.

Selain itu, beberapa warganet juga membandingkan jenis kendaraan yang dimilikinya dan dinilai terlalu "wah" jika harus membeli Pertamax.

Baca Juga: DANA Sebut Potensi Transaksi Digital di Indonesia Kian Besar

Sementara itu, beberapa warganet yang terbiasa dengan kenaikan Pertamax merasa kenaikan harga Pertalite bukanlah hal yang besar.

"Pengguna Pertalite baru merasakan apa yang dirasakan pengguna Pertamax," sahut @kanwarsss

Dalam laporan terpisah, konsumsi BBM Pertalite hingga Juli 2022 mencapai hingga 16,8 juta kiloliter atau 73,04 persen dari jumlah total kuota yakni 23 juta kiloliter.

Akibat tingginya konsumsi BBM Pertalite membuat kuota BBM bersubsidi tersebut hanya tersisa 6,2 juta kiloliter hingga akhir tahun.

Load More