/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 07:48 WIB
Vaksin Booster (suara.com)

TANTRUM - Pemerintah terus melakukan upaya vaksinasi  COVID-19 pada warga negara.  Bahkan, saat ini para tenaga kesehatan sebagian sudah melakukan vaksinasi dosis ke-4. Sedangkan warga terus ditargetkan untuk melakukan vaksinasi dosis ke-3.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan sebanyak 40,2 juta dosis vaksin COVID-19 yang mengalami kedaluwarsa. 

Vaksin yang kadaluarsa, kata Dante, telah dipisahkan dari tempat penyimpanan untuk segera dimusnahkan.

"Bedanya, vaksin yang kedaluwarsa itu sudah tidak lagi tersimpan di cool box, tetapi di luar itu," kata Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022.

Dante mengatakan,vaksin yang mengalami kedaluwarsa itu tersebar di sejumlah fasilitas penyimpanan di daerah dan telah dipisahkan dari vaksin yang belum memasuki masa kedaluwarsa.

Ia menegaskan, vaksin kedaluwarsa merupakan masalah yang perlu segera diatasi. Di mana, sebagian besar vaksin kedaluwarsa adalah vaksin yang berasal dari hibah negara sahabat karena memiliki tanggal kedaluwarsa yang memang sempit.

Dante mengatakan Kemenkes telah menyampaikan panduan ke seluruh pengelola fasilitas penyimpanan vaksin di daerah agar vaksin kedaluwarsa dikeluarkan dari cool box penyimpanan sehingga tidak tercampur dengan vaksin yang masih layak pakai.

Kemenkes berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk diverifikasi untuk keperluan pemusnahan.

"Nanti akan dimusnahkan di daerah masing-masing setelah melakukan verifikasi dengan BPKP," ungkapnya.

Baca Juga: Kelebihan Subsidi BBM Rp195 Triliun Dibayar Tahun 2023

Load More