TANTRUM - Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum terjadi pada siapa saja, tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Namun, pernahkah mendengar tentang jerawat papula?
Secara umum, jerawat berkembang ketika pori-pori kulit (folikel rambut) tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit.
Kemudian, bakteri di kulit 'memakan' minyak berlebih ini dan berkembang biak. Pada tahap ini, pori-pori yang tersumbat dapat berkembang menjadi salah satu dari 2 kategori jerawat, yaitu:
- Jerawat inflamasi: Jerawat yang meradang termasuk papula, pustula, nodul, dan kista.
- Jerawat non-inflamasi: Jenis ini termasuk komedo hitam dan komedo putih.
Jerawat papula adalah benjolan kecil berwarna merah. Diameternya biasanya kurang dari 5 mm (sekitar 1/5 inci).
Jerawat ini tidak memiliki pusat nanah berwarna kuning atau putih. Ketika papula menumpuk nanah, itu disebut pustula.
Kebanyakan jerawat papula berkembang menjadi pustula. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari.
Jika sudah berkembang menjadi jerawat pustula, hindari memencetnya karena berisiko membuat bakteri menyebar lebih jauh serta terbentuk jaringan parut.
Jerawat papula berkembang ketika folikel rambut, atau yang lebih sering kita sebut pori-pori, tersumbat oleh sel-sel kulit dan minyak berlebih.
Baca Juga: Bapak-bapak Ketahuan Nonton One Piece Episode Arc Arlong, Warganet: Perjalanan Masih Jauh
Sumbatan ini disebut komedo, yang merupakan cikal bakal terbentuknya jerawat papula.
Minyak ekstra yang menyumbat kulit dan menyebabkan komedo kemudian menjadi 'makanan' untuk bakteri di kulit, seperti bakteri Propioni acnes.
Menurut studi pada 2011 di jurnal The Lancet, dicuplik dari Orami, Minggu, 4 September 2022, hal ini membuat bakteri semakin berkembang biak.
Semua bahan tambahan yang menumpuk di pori-pori ini memberi tekanan pada folikel. Dengan tekanan yang cukup, dinding folikel pecah.
Hal ini membuat bahan tersebut tumpah ke kulit di sekitarnya, dan menyebabkan iritasi. Akibatnya, kulit menjadi merah, meradang, dan nyeri. Nah, benjolan merah inilah yang disebut jerawat papula.
Terkadang, jerawat ini bisa berkembang menjadi jerawat pustula, tepatnya saat nanah membentuk kepala putih pada bagian tengah jerawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Lumajang Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Lumajang Hanya Bergantung pada Truk Tangki
-
Saepul Bongkar Kronologi Mutilasi di Depok, Alasan Buang Potongan Jasad Terungkap
-
Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat
-
Review More Than a Tree, Kisah Pohon yang Mengajarkan Arti Kehilangan
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Benarkah Akan Terjadi Kerusuhan?
-
Smartphone Sudah Bagus, Tapi Mengapa Banyak Content Creator Beralih ke Kamera?
-
3 Rekomendasi HP Terbaik untuk Fotografi Maksimal Harga 3 Juta, Memori Lapang, Megapiksel Besar
-
Berapa Jumlah Anak Tangga Pembawa Hoki Menurut Feng Shui? Ini Hitungannya
-
Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS Meluas, Perawat RSA UGM Diperiksa Tim Etik dan Hukum
-
Build Hero Gord Tersakit di MLBB, Biar Winrate Naik Signifikan!