/
Minggu, 04 September 2022 | 22:06 WIB
Foto kolase Mahfud MD dan Deddy Corbuzier (Youtube/Deddy Corbuzier)

TANTRUM - Meski ada di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Mahfud MD tetap bersuara lantang tentang kasus korupsi. Menko Polhukam ini membandingan angka kejahatan korusi dengan di zaman Presiden Suharto.

Mahfud MD mengatakan, angka korupsi saat ini lebih banyak dibandungkan zaman dulu di rezim Suharto. 

Menurut Magfud MD, perilaku korupsi yang dilakukan pejabat antara masa orde baru (orba) dan saat ini jauh berbeda.

Mahfud mengutip pernyataan mantan menteri era Suharto, Sarwono Kusumaatmadja, yang mengatakan pada masa Orde Baru, semua keuangan negara diatur Presiden Suharto.

Pada rezim Suharto, pejabat-pejabat lain di bawahnya tidak berani melakukan korupsi. 

Menurut Mahfud MD, yang dapat melakukan korupsi hanya presiden Soeharto sendiri yang kemduian mengatur keuangan negara. "Yang ngatur korupsi itu pak Harto,” kata Mahfud MD. 

Mahfud mengatakan partai Golkar sendiri diatur oleh Soeharto.

“Golkar pun yang besar itu uangnya diatur oleh pak Harto," kata Mahfud, dilansir dari video TikTok @helen_georgia, Sabtu (3/8/2022).

Ia menyebut, pada zaman rezim Orde Baru, tidak ada anggota DPR korupsi, menteri menjadi garong uang rakyat.

Baca Juga: Bisnis Hunian Vertikal di Bekasi Semakin Semarak

"Tidak ada DPR korupsi, tidak ada Menteri Korupsi. Menteri dan DPR waktu itu boleh gagah-gahan jadi pejabat, tapi tidak bisa korupsi," paparnya.

Saat ini, kata Mahfud MD, semua lini bisa melakukan korupsi. "Menteri, dirjen, gubernur, bupati, DPR, hakim, dan jaksa semuanya korupsi," ungkapnya.

Karena itulah secara tegas dan jelas, Mahfud MD mengatakan korupsi saat ini jauh lebih parah. 

"Jauh lebih parah sekarang," pungkasnya.

Video itu mendapat beragam tanggapan dari warganet. Di antaranya ada yang mengatakan, "Mantaapp… betul banget Pak," kata akun @****bi. (Kontributor: Sakti Chiyarul Umam/SuaraSurakarta.id)

Load More