TANTRUM - Puspa Sari, dosen Program Studi Kebidanan Universitas Padjadjaran (Unpad), menggagas aplikasi di ponsel pintar untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia. Aplikasi ini bernama “Wanoja Anti Anemia Pinter tur Cageur” (Wanter).
Dalam bahasa Sunda, Wanoja Anti Anemia Pinter tur Cageur berarti perempuan anti anemia yang pintar dan sehat. Selain itu, Wanter juga berarti “berani”.
Puspa Sari mengatakan bahwa remaja putri perlu memiliki kesadaran mengenai risiko anemia. Dengan mencegah dan menangani anemia sejak remaja, diharapkan berbagai permasalahan akibat anemia saat kehamilan dan persalinan kelak dapat dihindari.
Pada tahun 2021, Puspa dan tim melakukan wawancara ke sejumlah remaja putri di 16 sekolah di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa pengetahuan, sikap, dan gaya hidup mereka masih kurang optimal untuk mencegah anemia. Wanter pun kemudian diciptakan sebagai bagian dari intervensi.
“Karena yang namanya remaja apalagi zaman sekarang melek teknologi termasuk di dalamnya smartphone,” ungkap Puspa, dikutip Kamis (8/9/2022).
Aplikasi Wanter berisi berbagai materi edukasi pencegahan anemia dalam bentuk video animasi, seperti penyebab, akibat, tanda gejala, dan cara pencegahannya. Selain itu juga terdapat materi mengenai gizi seimbang dan aktivitas fisik.
Dalam aplikasi Wanter juga terdapat fasilitas menghitung umur, indeks massa tubuh (IMT), kebutuhan kalori, dan perkiraan jadwal menstruasi yang akan datang. Aplikasi Wanter juga menyediakan layanan konsultasi mengenai anemia.
Aplikasi Wanter ini sudah dicoba diterapkan kepada sejumlah remaja putri di 16 sekolah, baik SMA, SMK maupun MA di Kecamatan Soreang pada awal 2022. Setelah tiga bulan, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka terhadap pencegahan anemia.
“Sebelum intervensi kita lihat dulu melalui pre-test bagaimana asupan makan mereka, pengetahuan, sikap tentang anemia, juga praktik dalam pencegahan anemia. Setelah itu kita intervensi selama tiga bulan, kita melakukan post-test. Alhamdulillah, setelah diintervensi menggunakan Wanter ternyata pengetahuan dan sikapnya meningkat, termasuk asupan makanannya,” ungkap Puspa.
Baca Juga: Untuk Penderita Diabetes dengan Hipertensi, Simak Pola Makan dan Menu Diet
Asupan Makanan untuk Mencegah Anemia
Asupan makanan merupakan hal penting dalam upaya pencegahan anemia. Untuk itu makanan dengan gizi seimbang sangat penting.
“Asupan makanan terdiri dari makronutrien dan mikronutrien, di dalam mikronutrien terdapat zat besi. Nah kalau remaja kekurangan zat besi, itu adalah salah satu penyebab anemia,” jelas Puspa.
Pada Aplikasi Wanter terdapat fasilitas untuk mengetahui menu harian yang dimakan apakah porsinya sudah cukup atau belum.
“Jadi remaja memasukkan berapa porsi yang dia makan dalam satu hari, nanti keluar hasilnya apakah kurang atau cukup,”ungkap Puspa. Di beberapa daerah, Puspa masih menemui sejumlah remaja yang mengalami anemia.
Menurut Puspa, hal tersebut terjadi karena masih kurangnya asupan nutrisi terutama zat besi, vitamin C, dan protein.
“Pola makannya kurang sehat. Saya lihat di sekolah jajanannya kurang sehat, untuk itu peran orang tua juga dibutuhkan. Banyak orang tua yang tidak menyediakan sarapan dan makanan untuk anak, sehingga anak jajan di luar,” kata Puspa.
Selain itu, Puspa menjelaskan bahwa anemia juga dapat terjadi pada mereka yang sudah cukup makanan bergizi tetapi tidak dapat terserap karena beberapa hal, misalnya karena penyakit infeksi, kelainan genetik, cacingan, juga menstruasi yang tidak normal.
Dalam aplikasi Wanter, Puspa pun berusaha meningkatkan kesadaran untuk dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas atau tenaga kesehatan apabila memiliki tanda dan gejala anemia seperti yang disebutkan di materi edukasi tersebut. Selain peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku, aplikasi ini juga memiliki sejumlah komentar positif dari pengguna.
Puspa mengungkapkan, sejumlah komentar yang datang seperti aplikasi ini menarik karena ada edukasi berupa video animasi, bisa dipakai kapanpun dan dimanapun, dan banyaknya informasi penting yang didapatkan pengguna mengenai anemia.
Hak Cipta
Sebelum diluncurkan dan digunakan pada objek penelitian, aplikasi ini telah melalui uji pakar dan uji pengguna, serta penyempurnaan berdasarkan masukan-masukan dari hasil uji tersebut.
Saat ini, pengguna aplikasi telah menyebar ke sejumlah daerah. Puspa pun berharap ke depannya aplikasi ini dapat terus dikembangkan.
Aplikasi Wanter sendiri sudah memperoleh hak cipta. Melalui aplikasi tersebut, Puspa berharap remaja putri di Indonesia, khususnya Kabupaten Bandung bebas dari anemia. Hal ini untuk persiapan mereka dalam menghadapi pernikahan dan kehamilan.
“Harapanya dengan adanya aplikasi Wanter ini pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan, juga kesadaran mereka terhadap anemia lebih meningkat lagi sehingga saat menikah ibunya sehat anaknya juga sehat,” kata Puspa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
-
Pengalaman Baru di Bali: Turis Belanda Hanya Tertawa Saat Terjebak Banjir
-
Yaqut Ungkap Alasan Pembagian Kuota Haji 2024: Satu-satunya Pertimbangan Adalah Hibtun Nafsi
-
Bukan Sutradara, Ini Pedofil! Timo Tjahjanto Desak Penjara untuk Pelaku Pelecehan Berkedok Casting
-
Bos Ducati Muak, Nasib Pecco Bagnaia Musim Depan sedang di Ujung Tanduk
-
Tata Cara Wudu saat Puasa, Boleh Berkumur atau Tidak? Ini Penjelasannya
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Song Kang Berpeluang Bintangi Drama Romantis Terbaru White Scandal
-
Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro