TANTRUM - Jangan anggap remeh pada limbah laboratorium dan limbah B3 (bahan berbahaya beracun). Limbah jenis ini perlu dikelola dengan baik agar tidak mencemari dan merusak lingkungan. Maka, para pengelola laboratorium, terutama tenaga pengelola limbah, perlu mencermati jenis limbah B3 agar tidak salah urus.
Menurut Sunardi, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad), secara umum limbah B3 merupakan zat senyawa, energi, komponen, hingga mikroba sisa kegiatan usaha yang karakteristiknya dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup, serta membahayakan lingkungan dan kesehatan.
Tolok ukur senyawa, energi, atau komponen tersebut dikategorikan limbah B3 didasarkan pada sifat, konsentrasi dan jumlahnya yang berpotensi merusak lingkungan.
Sunardi mengatakan, ada beberapa karakteristik limbah yang bisa dianggap sebagai limbah B3. Pertama, bahan tersebut mudah meledak. Bahan seperti ini sangat rentan meledak terutama jika menghadapi perubahan lingkungan. Karena itu, bahan seperti ini perlu ditangani hati-hati.
Karakteristik kedua adalah mudah menyala atau terbakar. Ketiga, beracun (toksik) yang berpotensi mengganggu organisme di sekitarnya. Penentuan limbah tersebut beracun didasarkan atas uji toksikologi yang dilakukan terhadap limbah tersebut.
Keempat, reaktif atau pada keadaan tidak stabil dapat menimbulkan perubahan tanpa peledakan, atau menimbulkan bahaya ketika kontak dengan manusia. Dua karakteristik terakhir adalah korosif dan infeksius.
“Perlu perhatian dalam mengelola limbah yang kita hasilkan,” ujar Sunardi, saat menjadi pembicara pada Lokakarya Pengelolaan Limbah Laboratorium dan Limbah B3 di Lingkungan Unpad yang digelar Pusat K3L Unpad di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Kamis (25/8/2022).
Khusus untuk infeksius, Sunardi menyebut bahwa limbah ini terkontaminasi patogen padat yang tidak secara rutin ada di lingkungan dan berpotensi menularkan penyakit pada manusia. Dengan kata lain, limbah infeksius mengandung virus yang berbahaya dan berpotensi menularkan penyakit. Lokakarya tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari perwakilan fakultas dan unit kerja di lingkungan Unpad.
Kepala Pusat K3L Unpad, Teguh Husodo, mengatakan lokakarya digelar untuk mendukung penyelesaian permasalahan pengelolaan limbah khususnya di lingkungan Unpad.
Baca Juga: Pilu! Dua Bocah Banyuwangi Tewas Tenggelam di Kolam Ikan
“Pengelolaan limbah di kampus cukup kompleks. Melalui lokakarya ini, diharapkan kita bisa menyelesaikan persoalan limbah bisa dilakukan bersama-sama,” ujar Teguh.
Lokakarya dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Unpad, Ida Nurlinda. Menurut Ida, Unpad diharapkan menjadi contoh baik dalam pengelolaan limbah laboratorium dan limbah B3.
“Maka kalau kita tidak concern dengan hal-hal tadi, kita mencederai apa yang sudah digariskan pendahulu Unpad,” kata Ida.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Mengenal Kekuatan St Kitts and Nevis Calon Lawan Timnas Indonesia di Ajang FIFA Series 2026
-
LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
-
Wanita Lebih Baik Salat Tarawih di Rumah atau di Masjid? Ini Hukumnya
-
Menguak Misteri Hilangnya Ilmuan dalam Lima Sekawan Sarjana Misterius
-
Berapa Selisih Harga Baru dan Harga Seken Mitsubishi XForce?
-
Viral Penerima LPDP ini Girang Anaknya Jadi WNA, Berujung Cibiran Pedas
-
7 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Puasa agar Tetap Glowing dan Bebas Kusam
-
PSM Makassar Angkat Bicara Soal Laporan Penganiayaan Ricky Pratama
-
Ronald Koeman Jr ke Persib? Bakal Jadi Kiper Ketiga Asal Belanda yang Main di Liga Indonesia
-
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal