/
Senin, 12 September 2022 | 10:05 WIB
Musim Hujan ; Cuaca ; BMKG (suara.com)

TANTRUM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat turun di sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin siang dan malam. Pada siang hari hujan ringan berpeluang turun di Kota Serang, Gorontalo, Jambi, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Kendari, dan Manado.

Kota Jakarta Pusat, Tanjung Pinang, dan Manokwari pada siang hari diprakirakan mengalami hujan sedang. Sedangkan Kota Denpasar, Bengkulu, Semarang, Palangka Raya, Samarinda, dan Ambon berawan sedangkan Kota Banda Aceh, Yogyakarta, Surabaya, Tarakan, Ternate, Kupang, Jayapura, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Padang, Palembang, dan Medan cerah berawan.

Malam harinya, hujan ringan diprakirakan turun di Kota Gorontalo, Jambi, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, Bandar Lampung, Ambon, Jayapura, Kendari, dan Medan.

Kota Tarakan dan Palembang berpeluang mengalami hujan berintensitas sedang dan Kota Mamuju diprakirakan mengalami hujan lebat. Cuaca Kota Banda Aceh, Denpasar, Jakarta Pusat, Surabaya, Ternate, Kupang, Pekanbaru, dan Makassar diprakirakan cerah berawan pada malam hari.

Sementara itu, Kota Serang, Bengkulu, Yogyakarta, Banjarmasin, Palangka Raya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari, Kendari, Manado, dan Padang pada malam hari diprakirakan berawan.

BMKG memprakirakan suhu di kota-kota besar tersebut berkisar 19 sampai 34 derajat Celsius dan kelembapannya 50 persen sampai 100 persen. BMKG telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan pada 10-16 September 2022.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menyebut saat ini diindikasikan terdapat signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan.

"Potensi cuaca ekstrem tersebut diidentifikasi dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer yakni adanya potensi belokan dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah Sumatera dan Kalimantan yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan," kata Guswanto.

Selain itu aktifnya fenomena atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin dalam sepekan ke depan dapat turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: Korban Pendeta Cabul Bertambah, Kini Jadi 9 Orang Anak

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan informasi Prakiraan Berbasis Dampak Hujan Lebat dengan kategori siaga pada 10-12 September 2022.  Informasi lebih rinci hingga level kecamatan untuk potensi dampak tersedia di laman web signature.bmkg.go.id.

Load More