Pilek pada bayi bisa saja karena kedinginan. Saat kedinginan, bayi akan lebih lemah. Bayi mungkin akan menderita batuk atau hidung meler dengan lendir bening.
Lendir ini umumnya akan mengental dan berubah menjadi abu-abu, kuning, atau hijau dan terjadi selama seminggu atau lebih.
Terkadang namun tidak selalu, selain batuk atau pilek bayi juga dapat mengalami demam ringan saat kedinginan.
Untuk memastikan, jika dia bermain dan makan seperti biasanya, maka itu kemungkinan besar hanya kedinginan.
Tetapi jika dia terlihat lemas, lesu, menangis lemah, atau menolak makan atau minum, pileknya bisa jadi merupakan gejala dari sesuatu yang lebih serius daripada sekedar kedinginan.
Jika pileknya merupakan gejala flu, umumnya disertai adanya demam tinggi (di atas 38 derajat celcius).
Jenis flu yang lebih serius, misalnya flu perut, selain pilek gejala akan disertai diare atau muntah. Pada flu singapura, gejalanya sangat khas dengan adanya tanda-tanda bercak pada kulit.
Jika bayi mengalami tanda alergi tertentu, biasanya gejalanya adalah gatal pada mata dan hidung, bersin berulang-ulang dan kulit gatal yang berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Pada alergi, lendir yang keluar dari hidung bayi biasanya jernih, tidak mengental dan berubah menjadi kuning atau hijau. Alergi juga umumnya tidak menyebabkan demam.
Baca Juga: Cocok untuk Segala Umur, 6 Contoh Latihan Koordinasi
Dengan mengenali gejalanya akan lebih mudah untuk menemukan cara mengatasi pilek pada bayi yang paling tepat.
Penanganannya tentu disesuaikan dengan gejalanya. Apakah dia hanya kedinginan saja, sedang menderita flu atau menderita alergi tertentu.
Cara Mengatasi Pilek pada Bayi di Rumah
Sebelum memutuskan untuk menemui dokter, ada beberapa cara mengatasi pilek pada bayi yang dapat dilakukan orang tua di rumah sebagai pertolongan pertama.
Prinsipnya, orang tua harus memastikan bayi merasa lebih nyaman dan untuk mencegah infeksi menjadi lebih buruk. Selain itu pastikan juga Ia mendapat banyak istirahat dan cukup cairan.
Berikut adalah beberapa cara mengatasi pilek pada bayi yang bisa Anda coba:
Tag
Berita Terkait
-
Jadi Pilot Wanita Pertama TNI AD, Cerita Sukses Putri Penjual Jagung Bakar
-
Penasaran Arti "meow" Kucing? Unduh Aplikasi MeowTalk
-
Cek Harga ke Pasar Tradisional, Gubernur Ridwan Kamil Sebut Secara Umum Harga Masih Normal
-
Ada Pengecatan Marka Jalan, Awas Macet di Tol Cipularang Padaleunyi
-
Korban Pendeta Cabul Bertambah, Kini Jadi 9 Orang Anak
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
5 Tips Tetap Bugar Meski Puasa Saat Menyetir Jarak Jauh saat Mudik Lebaran
-
Ahn Hyo Seop Akan Hadiri Oscar Pertamanya Berkat KPop Demon Hunters
-
5 Rekomendasi Deodoran Tahan Lama, Anti Bau untuk Silaturahmi Lebaran
-
Dari THR ke Gadget Baru: Menemukan Hadiah Diri yang Pas di Bulan Ramadan
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah
-
BRI Pastikan Akses Perbankan Tetap Mudah Selama Libur Idul Fitri 2026
-
Transaksi Tetap Lancar Saat Libur Lebaran, BRI Andalkan BRImo dan Jaringan ATM Nasional
-
BRI Optimalkan 186 Kantor Cabang dan Ekosistem Digital untuk Layanan Lebaran