TANTRUM - Saat ini 92,37 persen pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) hanya mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dari keluarga untuk menopang usaha mereka.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Henky Hotma menyampaikan, permodalan masih menjadi salah satu kendala besar bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Padahal, kinerja UMKM sektor parekraf pada triwulan I tahun 2022 mencapai Rp312,75 miliar dan meningkat pada triwulan II/2022 menjadi Rp326,63 miliar. Kontribusi sektor parekraf terhadap ekonomi nasional pada triwulan I sebesar 6,93 persen dan triwulan II 6,64 persen.
“Adapun rinciannya, 80 peserta pelaku usaha parekraf dari binaan Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dan 20 peserta binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi yang hadir secara luring,” ungkap Henky.
Pernyataan tersebut disampaikan pasca pihaknya menggelar Temu Bisnis Perbankan Konvensional yang diperuntukkan bagi 100 pelaku usaha parekraf di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/9).
Kegiatan itu dilaksanakan dengan tujuan mempertemukan perbankan dan pelaku usaha parekraf dalam upaya memperluas akses permodalan bagi pelaku parekraf.
"Kegiatan ini dilaksanakan agar para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan informasi program KUR (Kredit Usaha Rakyat) sekaligus bisa memanfaatkan program pembiayaan perbankan tersebut melalui temu bisnis perbankan konvensional agar kembali bangkit berproduksi dan tumbuh,” ujarnya.
Acara tersebut terdiri dari sesi panel paparan pengantar kebijakan KUR dan sosialisasi KUR sektor parekraf, serta sesi audiensi dengan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dengan pelaku parekraf secara offline.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
Catat Syaratnya! Ini Cara Gampang Dapat Diskon PLN 50 Persen, Cuma Sampai 27 Juli 2026!
-
Pantau Dulu, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.635.000 per Gram
-
Kaca Mobil Buram Bikin Bahaya? Kenali Penyebab Jamur dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
-
Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo
-
Review Serial I'm Not Afraid: Drama Misteri Meksiko yang Sangat Emosional
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?