TANTRUM - Seto Mulyadi alias Kak Seto sedang menjadi pusat perhatian publik dalam kasus tidak ditahannya tersangka kasus Brigadir J yakni Putri Candrawathi.
Banyak yang menganggap aksinya sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak itu turut campur dalam menangani anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Kak Seto disebut pilih kasih kepada Putri Candrawathi, mengingat banyak ibu lain yang harus menjalani penahanan walaupun punya anak kecil.
Untuk diketahui, sebelumnya Kak Seto sempat meminta istri Ferdy Sambo tersebut untuk tak ditahan.
Bahkan, Kak Seto juga meminta jika Putri Candrawathi ditahan, ia berharap Putri Candrawathi mendapatkan sel khusus, karena menurutnya anak Putri tak bisa dipisahkan dari ibunya.
Menanggapi hal itu, Kak Seto pun membantah dirinya pilih kasih, bahkan dirinya menyebutkan kalau tak mengenal Putri Candrawathi.
"Saya tidak kenal Ibu PC, tidak tahu kasusnya, tapi orang langsung itu ya jelas ramai sekali. Saya bisa memahami kalau orang pada marah karena salah paham, tidak mengerti apa yang saya sampaikan kepada media," ucap Kak Seto, mengutip dari Herstory -jaringan Suara.com, Selasa (20/9/2022).
"Kalau tiba-tiba kok hanya Ibu PC yang diberi itu, sama sekali tidak," ungkap kak Seto.
Bahkan, Kak Seto pun menjelaskan usul yang diberikan untuk Putri Candrawathi ini juga sempat ia ungkapkan untuk membela kasus Angelina Sondakh.
Baca Juga: Kawasan Tidak Boleh Ada Reklame di Bandung di Mana Saja?
"Intinya itu dan itu sudah saya serukan sekitar tahun 2010. Hal ini sempat saya lakukan juga pada 2014, kasusnya Ibu Angelina Sondakh. Cuma mungkin istilahnya saat itu memang tidak didengar ya" jelas Kak Seto.
Mengulas kembali soal kasus Angelina Sondakh yang ia bela, Kak Seto mengungkapkan kalau dirinya saat itu mengaku merasa sedih.
"Makanya saya sedih waktu itu dan beberapa kasus juga," pungkas Kak Seto.
Awal Sorotan pada Kak Seto
Sebelumnya, Kak Seto memang pernah memberikan komentar bahwa Putri Candrawathi baiknya menjadi tahanan rumah dikarenakan masih memiliki anak berumur 1,5 tahun. Penangguhan penahanan ini demi kepentingan sang anak.
Setelah rekonstruksi, tim penyidik mengabulkan hal tersebut. Putri tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan, karena masih memiliki anak kecil. Hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG