/
Minggu, 25 September 2022 | 05:20 WIB
Ilustrasi Miss V. (pexels-ivan babydov)

Selain dari keringat, sisa urine setelah buang air kecil juga dapat membuat organ intim Anda semakin asin. 

3. Rasa Asam

Perlu diingat bahwa pH vagina yang normal adalah 3,5 (bersifat asam). Dengan demikian, tanpa adanya campuran keringat, rasa alami dari cairan Miss V adalah asam. 

Nah, saat berhubungan seksual, lendir yang sedari awal sudah ada akan bercampur lagi dengan lendir baru yang dihasilkan oleh rangsangan seksual. 

Ditambah dengan keringat akibat pergerakan, rasa vagina pun akan berubah dari yang benar-benar asam menjadi asin. 

4. Rasa Buah yang Terlalu Matang

Siapa sangka bahwa vulva bisa memberikan rasa seperti buah matang? 

Normalnya, vagina tidak terasa manis atau seperti buah yang terlalu matang. Jika hal itu sampai terjadi, kemungkinan penyebabnya ada dua.

Pertama, Anda memang dengan sengaja memberikan “sesuatu” di dalam organ intim. Kedua, terjadi infeksi bakteri pada organ intim.

Baca Juga: Mudah Dilakukan di Rumah! 3 Cara Menghilangkan Lemak Kaki

5. Rasa yang Sangat Menusuk, Termasuk Pahit

Untuk rasa vagina yang satu ini memang cukup sulit untuk digambarkan. Yang jelas, rasanya seperti campur aduk dan sangat menyengat di lidah. 

Jika hal tersebut sampai terjadi, maka kemungkinan besar pH alami Miss V sedang terganggu. 

Hati-hati dengan kondisi pH yang tidak seimbang. Risiko untuk terkena peradangan, iritasi, dan infeksi akan semakin tinggi. 

Rasa menyengat yang cenderung amis bisa menjadi tanda infeksi pada vagina. Salah satu infeksi yang paling sering, yaitu vaginosis bakterialis, yang dapat menyebabkan vagina berubah warna menjadi kekuningan dan berbau amis. 

Selain itu, penyakit trikomoniasis juga merupakan infeksi menular seksual yang menyebabkan cairan vagina berbau seperti ikan mati. 

Apabila kamu dan pasangan merasakan bau yang menusuk, sudah saatnya konsultasikan masalahnya kepada spesialis ginekolog. Dokter akan membantu menemukan penyebabnya dan memberikan pengobatan yang sesuai. 

Beberapa makanan bisa berpengaruh terhadap rasa vagina (lebih menyengat), meski pengaruhnya tidak besar. Contohnya asparagus, kari, dan minuman beralkohol

Jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebih dan sekaligus perokok berat, vagina bisa terasa pahit atau seperti makanan basi. 

Lalu, perlukah vagina diberikan pewangi? Vagina sebenarnya sudah dapat menjaga pH dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan perawatan tertentu. 

Namun, apabila muncul bau yang menusuk, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter dan hindari menggunakan semprotan pewangi untuk menutupinya. 

Sabun, gel, dan pembersih kewanitaan terkadang malah dapat mengganggu pH normal vagina dan menyebabkan peningkatan perkembangan bakteri. 

Selain itu, tidak terdapat penelitian yang valid yang menyatakan bahwa wanita dapat mengganti rasa vaginanya. 

Load More