TANTRUM - Peneliti di Korea Selatan sedang mengembangkan tato pemantau kesehatan yang berbasis nanoteknologi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).
Tato ini berbeda dari tato tinta biasa. Melansir Reuters, dicuplik dari Okezone, Kamis, 8 September 2022, tinta tato ini terbuat dari logam cair dan karbon nanotube yang berfungsi sebagai bioelektroda.
Sehingga nantinya bisa terhubung dengan perangkat pemeriksa kesehatan seperti elektrokardiogram (EKG) atau biosensor lainnya.
Ketika terhubung, alat ini dapat mengirimkan pembacaan detak jantung pasien dan tanda-tanda vital lainnya seperti glukosa dan laktat ke monitor.
Steve Park, sebagai Profesor Material Science & Engineering di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengatakan, di masa depan, diharapkan bisa menghubungkan chip nirkabel yang terintegrasi dengan tinta tato ini.
"Sehingga kami dapat melihat respons tubuh atau kami dapat mengirim sinyal bolak-balik antara tubuh kami ke perangkat eksternal," katanya.
Tinta tato ini diklaim tidak merusak kulit dan terbuat dari partikel logam lunak berwarna keperakan yang juga digunakan dalam semikonduktor atau termometer.
Dikutip dari Antara, sementara nanotube berwarna platinum juga ditambahkan dalam membuat tinta ini sehingga tinta memiliki daya tahan yang kuat.
Tujuan akhir dari penelitian itu adalah menghilangkan biosensor dengan kabel sehingga pemeriksaan kesehatan berpotensi lebih ringkas dilakukan.
Baca Juga: Untuk Penderita Diabetes dengan Hipertensi, Simak Pola Makan dan Menu Diet
Monitor alat-alat kesehatan tersebut secara teori dapat ditempatkan di mana saja, termasuk di rumah pasien jika percobaan ini berhasil.
Berita Terkait
-
Jelang SUPER SHOW 9: ROAD in JAKARTA, SUPER JUNIOR Sapa ELF Indonesia
-
Pink Venom Raih 100 Juta Streaming di Spotify, Rekor Baru BLACKPINK
-
Disebut Memiliki Lirik Tak Pantas, KBS Larang Tayang "Pink Venom" BLACKPINK
-
Waspadai Nyeri Tulang Belakang dan Area Lutut
-
Yuk Jalani Pola Hidup Sehat, Cara Mencegah Gagal Jantung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira
-
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
-
Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 5.800-an, BREN dan ANTM Mulai Diburu Asing
-
OJK Kaji Penguatan Pengawasan Rekening Judi Online, Lebih dari 33 Ribu Sudah Diblokir
-
5 Aroma Terapi Ruangan Alami yang Bikin Rumah Lebih Wangi dan Nyaman
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
4 Kulkas Mini Murah dan Hemat Listrik, Daya Mulai 20 Watt
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan