/
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 09:47 WIB
Ilustrasi gempa bumi (pixabay)

TANTRUM - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan rekomendasi soal kejadian gempa merusak di Tapanuli Utara, berkekuatan M6,0 pada kedalaman 10 km di darat.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. 

"Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono, dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
Menurut Eko, bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar segera mengungsi ke tempat aman. 

Untuk pasca gempa bumi mendatang, Eko menyarankan bangunan di Kabupaten Tapanuli Utara dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. 

"Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi," kata Eko.

Pasalnya. wilayah Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi.

Eko mewanti - wanti kepada seluruh kelompok masyarakat setempat, kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. 

"Bahaya ikutan tersebut diperkirakan dalam dimensi kecil," ungkap Eko.

Adanya kejadian gempa bumi merusak ini, otoritasnya berencana untuk mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana.  

Baca Juga: Sejumlah Warga Dirawat ke RS! Gempa M6 Tapanuli Utara

Kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan bangunan dan juga kepanikan masyarakat di Kecamatan Tarutung. Selain itu tercatat satu orang meninggal. 

"Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Tarutung dengan intensitas guncangan sebesar VI MMI (Modified Mercalli Intensity), di Sipahutar sebesar V MMI, di Singkil sebesar IV MMI dan di Gunung Sitoli serta Tapaktuan sebesar III MMI," ucap Eko.

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. 

Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena pusat gempa bumi berada di darat. 

"Daerah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu Sesar Sumatera," sebut Eko.

Badan Geologi mencatat bahwa wilayah tersebut pernah mengalami bencana gempa bumi pada tahun 1984, 1987 dan 2011.

Load More