TANTRUM - Taiwan dan China merupakan 2 negara yang memiliki kedekatan wilayah dan historis, namun hubungannya tidak baik-baik saja hingga kini.
Melansir Britannica, Sabtu, 1 Oktober 2022, Taiwan berada sekitar 160 km di lepas pantai tenggara China.
Sampai saat ini, China enggan mengakui Taiwan sebagai sebuah negara lantaran Negeri Tirai Bambu itu masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Pada tahun 1949 dalam perang saudara, pihak nasionalis di bawah kendali Kuomintang kalah dari Mao Zedong dengan partai komunisnya.
Setelah itu, pendukung kubu nasionalis pimpinan Chiang Kai-shek melarikan diri ke Taiwan dan membentuk serta mendeklarasikan pemerintahannya sendiri.
Meski menjadi negara yang berbeda, China dan Taiwan memiliki akar budaya yang sama. Dalam komunikasi, misalnya, kedua negara sama-sama menggunakan bahasa mandarin.
Meski begitu, ternyata ada perbedaan signifikan yang terlihat antara bahasa Mandarin yang digunakan di China dengan bahasa Mandarin yang dipakai di Taiwan.
Penggunaan bahasa Mandarin di Taiwan dikenal berpatokan pada karakter bahasa Mandarin tradisional yang sangat sederhana.
Secara umum, ada 2 jenis bahasa Mandarin, yakni Mandarin Taiwan (Hokkien) dan Mandarin standar. Bahasa Mandarin Taiwan dipengaruhi oleh bahasa Mandarin standar.
Baca Juga: Yamaha Global Rilis 3 Tipe Sepeda Listrik, Ini Spesifikasi Terbarunya
Laman World Atlas menyebut, bahasa Mandarin standar digunakan sebagai bahasa resmi selama pendudukan Kuomintang dan dijadikan bahasa pengantar di sekolah-sekolah, terutama yang berada di Taipei.
Meskipun Taiwan mempunyai bahasanya sendiri, namun banyak anak muda yang lebih memilih menggunakan bahasa Mandarin standar, apalagi untuk penduduk Taipei.
Sebab, mayoritas penduduknya merupakan berasal dari China daratan dan tidak mengakui sebagai keturunan Taiwan.
Dibandingkan dengan bahasa Mandarin yang digunakan masyarakat China, bahasa Mandarin Taiwan memiliki perbedaan dalam segi nada dan cara pengucapan. Sederhananya, seperti perbedaan cara bicara yang dituturkan masyarakat Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Padahal, keduanya sama-sama menggunakan bahasa Inggris. Meskipun demikian, orang Taiwan dan China bisa saling memahami dalam sisi bahasa.
Dalam bahasa China daratan (negara China), partikel ‘le’ digunakan untuk menyatakan bentuk lampau. Namun di Taiwan, partikel itu digunakan sebagai akhiran dari kalimat tunggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
6 Cara Masak Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Kunci Awet Berhari-hari
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
-
5 Tips Tetap Bugar Meski Puasa Saat Menyetir Jarak Jauh saat Mudik Lebaran
-
Ahn Hyo Seop Akan Hadiri Oscar Pertamanya Berkat KPop Demon Hunters
-
5 Rekomendasi Deodoran Tahan Lama, Anti Bau untuk Silaturahmi Lebaran
-
Dari THR ke Gadget Baru: Menemukan Hadiah Diri yang Pas di Bulan Ramadan
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Rombongan Pejabat Dibawa KPK ke Jakarta Naik Kereta
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah
-
BRI Pastikan Akses Perbankan Tetap Mudah Selama Libur Idul Fitri 2026