/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 11:34 WIB
Air minum bisa menjadi pilihan yang lebih aman jika tidak ada cairan pembersih luka lainnya. (Pexels_Pixabay)

TANTRUM - Saat terjadi luka pada tubuh, pengobatan biasanya diawali dengan menggunakan cairan pembersih luka. Hal ini penting untuk mencegah luka terpapar penyebab infeksi.

Namun, cairan pembersih yang digunakan perlu disesuaikan dengan luka yang dialami agar bisa sembuh dengan lebih baik. Ketahui jenis-jenis cairan pembersih luka yang bisa digunakan di bawah ini.

Cairan pembersih luka berfungsi untuk membersihkan luka dari benda-benda asing yang mungkin menempel pada luka, seperti bakteri, debu, paparan bahan kimia, kulit mati, atau kotoran lainnya.

Sangat penting untuk memastikan luka sudah bersih sebelum melakukan langkah pengobatan luka lainnya karena bisa membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko infeksi.

Maka dari itu, langkah ini perlu dilakukan pada semua jenis luka kulit, baik yang akut maupun kronis. Ada beberapa jenis cairan pembersih yang tepat digunakan untuk membersihkan luka, antara lain sebagai berikut.

1. Natrium klorida (NaCL) atau saline

Air infus, yang secara medis disebut natrium klorida (NaCL) atau saline, bisa digunakan untuk membersihkan luka.

Namun, pastikan NaCL yang digunakan memiliki kandungan 0,9%, jangan lebih dari kadar tersebut. NaCL dengan kadar 0,9% bisa menjadi pilihan cairan pembersih yang paling aman untuk hampir semua jenis luka.
 
Ini karena cairan tersebut memiliki sifat yang mirip dengan air dan kadar racun yang rendah dibandingkan dengan cairan pembersih lainnya, sehingga tidak akan mengganggu proses penyembuhan. Saline juga umumnya tidak menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau mengubah kadar flora di kulit.

Namun, air infus tidak memiliki fungsi antibakteri, sehingga tidak ampuh untuk membersihkan luka nekrosis atau luka yang kotor.

Baca Juga: Bela Timnas Indonesia Layaknya Bermain Untuk Jerman dan Inggris! Jordi Amat Sudah Tak Sabar

Meski bisa digunakan untuk semua jenis luka, cairan ini utamanya perlu digunakan untuk mengobati luka pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, menderita diabetes, atau mengalami luka terbuka hingga terlihat bagian otot atau tulang.

2. Chlorhexidine

Chlorhexidine merupakan cairan pembersih dengan fungsi antibakteri, sehingga bisa mencegah bakteri masuk dan menyebar di dalam tubuh melalui luka, kecuali yang masuk melalui otot bagian dalam.

Namun sayangnya, cairan tubuh dan air bisa menghilangkan fungsi antibakteri tersebut. Fungsi ini juga tidak ampuh terhadap bakteri kecil dan virus tertentu, seperti polioviruses dan adenovirus.

Selain itu, cairan ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan kulit sensitif hingga bisa memicu reaksi alergi berupa dermatitis kontak.

Jika digunakan di sekitar mata, chlorhexidine bisa menimbulkan konjungtivitis dan ulkus kornea. Sementara bila digunakan sebagai obat kumur, gigi bisa mengalami perubahan warna.

Load More