- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal
- Mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal yang berulang
- Menderita obesitas
- Memiliki pola makan yang tinggi garam atau gula
- Memiliki kebiasaan jarang minum air putih sehingga meningkatkan risiko kekurangan cairan
- Berusia lanjut
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah atau menderita penyakit autoimun
- Memiliki kelainan bentuk ginjal
Ginjal merupakan sepasang organ yang memiliki beragam fungsi. Beberapa di antaranya adalah untuk menyaring dan membuang racun dalam darah, mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa di dalam tubuh, serta membantu metabolisme vitamin D.
Baca Juga: Begini Detail Eksekusi Terhadap Brigadir J
Ketika ginjal mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi di atas juga akan terganggu. Tanda dan gejala yang umumnya muncul akibat gangguan pada ginjal antara lain:
- Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil berkurang
- Perubahan warna pada urine, termasuk urine keruh atau bercampur darah
- Pembengkakan pada tungkai
- Nyeri di punggung bagian bawah yang menjalar ke perut bawah atau selangkangan
- Nyeri saat buang air kecil
- Kram atau kedutan di otot
- Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
- Mudah lelah
- Sesak napas
- Kulit terasa gatal tanpa sebab
- Tekanan darah meningkat
- Anemia
Gejala-gejala penyakit ginjal di atas bisa muncul secara tiba-tiba atau secara bertahap, sesuai dengan jenis penyakit ginjal yang diderita.
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keluhan di atas. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar penyebabnya diketahui dan ditangani. Penanganan lebih awal dapat mencegah komplikasi akibat penyakit ginjal.
Pemeriksaan juga dianjurkan jika Anda menderita kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal. Hal ini penting dilakukan untuk mengontrol kondisi Anda dan mencegah terjadinya penyakit ginjal.
Dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit dalam keluarga pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan dan mengetuk area pinggang pasien, melihat tanda-tanda pembengkakan di tungkai, atau mendeteksi tanda infeksi.
Selanjutnya, untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang yang meliputi:
- Tes darah, untuk mengetahui fungsi ginjal melalui pemeriksaan kadar ureum kreatinin, melihat kadar elektrolit, dan jumlah sel-sel darah
- USG ginjal, untuk melihat struktur dan kondisi ginjal, serta mendeteksi adanya pembengkakan, kista, atau tumor
- Tes urine, untuk mengetahui ada tidaknya albumin atau protein, bakteri, dan darah di dalam urine
- Biopsi ginjal, untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan atau perubahan sel dan jaringan ginjal
Pengobatan penyakit ginjal bertujuan untuk meredakan gejala, mengatasi penyebab, memperlambat perkembangan penyakit, dan mencegah terjadinya komplikasi.
Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab penyakit ginjal itu sendiri. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah:
Obat-obatan
Beberapa pilihan obat yang dapat diberikan oleh dokter adalah:
- Obat pengontrol darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan angiostensin II receptor blockers (ARB), untuk menurunkan tekanan darah, menjaga fungsi ginjal, dan memperlambat kerusakan ginjal
- Obat untuk mengontrol kadar kalium di dalam darah, guna mencegah komplikasi seperti jantung berdebar dan otot lemas
- Antibiotik oral atau suntikan, untuk mengatasi infeksi bakteri pada ginjal
- Obat diuretik, untuk menyeimbangkan kadar cairan tubuh dan mengurangi pembengkakan di tungkai
- Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk meringankan nyeri hebat di area punggung dan perut
- Obat penghambat alfa, untuk mengatasi penyakit ginjal akibat batu ginjal
Perubahan pola hidup
Selain mengonsumsi obat-obatan, pasien juga diminta untuk menjalani pola hidup sehat guna meringankan kinerja ginjal. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
- Mengurangi asupan makanan tinggi garam, gula, dan kolesterol
- Menjalani kontrol rutin untuk penyakit yang diderita, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit autoimun
- Memperbanyak minum air putih
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berhenti merokok
- Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian
- Berolahraga secara rutin
Penghancuran batu ginjal
Jika pasien menderita batu ginjal dengan ukuran yang cukup besar, dokter akan melakukan prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy, atau dengan teknik ureteroscopic lithotripsy. Kedua prosedur tersebut bertujuan untuk menghancurkan batu ginjal.
Prosedur cuci darah
Pada pasien yang ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi dengan normal, dokter akan menyarankan tindakan cuci darah (dialisis).
Cuci darah merupakan prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah, serta membuang limbah dan racun dari dalam tubuh. Cuci darah bisa berlangsung selama 3–5 jam dan dapat dilakukan sekitar 3 kali per minggu.
Operasi
Operasi umumnya dipilih bila metode lain tidak efektif. Berikut ini adalah sejumlah operasi yang dapat dilakukan dalam menangani penyakit ginjal:
- Operasi pengangkatan kista dari ginjal, pada pasien penyakit ginjal polikistik dengan kista yang berukuran besar dan menimbulkan nyeri hebat
- Operasi pengangkatan batu ginjal, pada pasien yang menderita batu ginjal dengan ukuran yang cukup besar
- Transplantasi ginjal, yaitu operasi penggantian ginjal pasien dengan ginjal sehat dan cocok dari pendonor
Komplikasi Penyakit Ginjal
Jika tidak segera ditangani, penyakit ginjal dapat menimbulkan beragam komplikasi, seperti:
- Hipertensi
- Edema paru
- Hiperkalemia
- Penyakit jantung
- Kerusakan saraf
- Sepsis
- Kerusakan ginjal permanen
Pencegahan Penyakit Ginjal
Cara terbaik untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan menjaga kesehatan ginjal. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
- Memperbanyak minum air putih
- Menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang
- Menjalani kontrol kesehatan berkala, terlebih jika memiliki penyakit diabetes, hipertensi, atau penyakit autoimun
- Menghentikan kebiasaan merokok
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol
- Menjaga berat badan ideal, salah satunya dengan rutin berolahraga
- Menghindari konsumsi obat tanpa saran dokter
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Amazon MGM Studios Pakai AI, Industri Kreatif Sedang Masuk Fase Kritis
-
Dari Messi hingga Maradona, Ini Pemain dengan Caps Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
TPAS Cilowong Membludak! Puluhan Truk Sampah Antre Akibat Jadwal Buang Sampah Bentrok
-
58 Calon Pengantin Jadi Korban WO Marwah, Kerugian Capai Rp2,6 M
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Libur Panjang Akhir Mei, Okupansi Hotel di Puncak - Cipanas Tembus 70 Persen
-
Jaga Kulit Tetap Kencang dengan 5 Pelembap Anti-Aging yang Dilengkapi SPF
-
Resmi Pensiun, James Milner Tulis Pesan Menyentuh untuk Leeds United
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun