TANTRUM - Diakui atau tidak, ada banyak hal yang dianggap tabu saat kita hendak menyelami kehidupan seksual wanita. Salah satunya adalah saat ingin mencari tahu penyebab wanita sulit orgasme.
Padahal hal ini tak sekadar berkaitan dengan urusan ranjang, melainkan juga bisa menandakan gangguan kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui berbagai penyebab wanita sulit orgasme berikut ini.
Dikenal dengan istilah medis anorgasmia, gangguan orgasme pada perempuan terjadi ketika ia kesulitan orgasme meski memiliki hasrat seksual normal dan telah melakukan stimulasi yang cukup.
Dilansir dari Healthline, sekitar 11 sampai 41 persen kaum hawa diketahui mengalami gangguan ini. Sedangkan menurut nhs.uk, penyebab wanita sulit orgasme bisa datang dari faktor fisik maupun mental.
Gangguan ini sendiri dibedakan menjadi 2 jenis. Pertama, saat perempuan tidak pernah sama sekali mengalami orgasme.
Kedua, ketika perempuan pernah mengalami orgasme di masa lalu tapi tidak bisa mendapatkannya kembali saat ini.
Penyebabnya kata dr. Pitoyo Marbun dari laman Good Doctor, secara umum adalah sebagai berikut:
1. Konsumsi obat-obatan tertentu
Dilansir dari Healthline, beberapa jenis obat anti depresi seperti citalopram, duloxetine, escitalopram, paroxetine, fluoxetine, dan sertraline dapat menimbulkan efek samping berupa masalah seksual.
Baca Juga: Wagub Jabar Apresiasi Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Purwakarta
Ini dikarenakan obat-obatan tersebut termasuk dalam kategori obat yang disebut SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors).
Tujuan dari golongan obat ini adalah meningkatkan kadar serotonin di dalam tubuh agar orang yang mengonsumsinya bisa merasa tenang.
Di saat yang bersamaan, hal ini disertai dengan penurunan hasrat seksual yang cukup signifikan. Ini terjadi karena hormon yang membuat tubuh bereaksi terhadap seks tidak bisa sampai ke otak.
Perempuan yang mengonsumsi obat-obatan jenis ini juga bisa lebih sulit mengalami vagina basah dan kesulitan orgasme.
2. Usia lanjut
Perubahan perilaku seksual seiring dengan pertambahan usia adalah hal yang wajar. Ini karena ada banyak fungsi organ yang mengalami penurunan seiring dengan seseorang semakin tua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499