- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan penentuan angka ideal ambang batas parlemen harus melalui dialog lintas partai secara komprehensif.
- Kebijakan ambang batas berfungsi sebagai instrumen demokratis untuk menyeimbangkan keterbukaan politik dengan efektivitas jalannya sistem pemerintahan presidensial Indonesia.
- PDIP memastikan angka final ambang batas akan diputuskan melalui pembahasan legislasi RUU Pemilu yang melibatkan seluruh partai politik.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa penentuan angka ideal ambang batas parlemen (parliamentary threshold) tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan harus melalui dialog lintas partai dan kajian mendalam.
“Berapa angka yang ideal, itu akan dibangun melalui proses politik dan kajian-kajian, mengingat era reformasi telah menghasilkan beberapa kali pemilu sehingga preferensi rakyat terhadap partai politik seharusnya semakin solid,” kata Hasto di Jakarta, Minggu.
Ia menilai pembahasan ambang batas parlemen saat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas demokrasi, terutama setelah Indonesia melewati berbagai tahapan pemilu sejak era reformasi.
Menurut Hasto, setiap partai politik memiliki kepentingan berbeda dalam menentukan besaran ambang batas tersebut. Karena itu, proses dialog dinilai penting agar keputusan yang diambil tidak merugikan eksistensi partai, termasuk yang berada di luar parlemen.
Dalam perspektif sejarah demokrasi Indonesia, Hasto mengingatkan bahwa pada awal reformasi, sistem politik memberikan ruang luas bagi partai untuk berkembang.
“Pada awal reformasi, partai politik diberikan ruang luas untuk berkembang, sehingga pemilu pertama diikuti oleh 48 partai politik,” ujarnya.
Namun, dalam perkembangan sistem presidensial, ia menilai diperlukan keseimbangan antara keterbukaan demokrasi dan efektivitas pemerintahan. Ambang batas parlemen, kata dia, menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Ia menegaskan bahwa ambang batas bukan alat kekuasaan, melainkan mekanisme demokratis yang ditentukan oleh pilihan rakyat untuk menyaring partai politik yang berhak memiliki kursi di parlemen.
Seiring waktu, kebijakan ambang batas tersebut terus mengalami penyesuaian guna mendorong konsolidasi partai politik di DPR sekaligus meningkatkan efektivitas jalannya pemerintahan.
Baca Juga: Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
Meski demikian, Hasto memastikan bahwa angka final ambang batas parlemen masih akan dibahas secara komprehensif dalam proses legislasi Rancangan Undang-Undang Pemilu.
“PDI Perjuangan berdialog dengan partai-partai lain, termasuk partai nonparlemen yang juga memiliki hak atas eksistensinya,” katanya.
Ia menambahkan, hasil dialog antarpartai tersebut diharapkan dapat menghasilkan titik temu bersama yang mencerminkan kepentingan demokrasi sekaligus kebutuhan sistem pemerintahan yang efektif.
Berita Terkait
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi: Megawati Berduka, Perintahkan Fraksi PDIP Benahi Sistem Keamanan
-
Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan
-
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program