TANTRUM - Hujan ekstrem disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Jawa hingga akhir Oktober.
Bahkan, hujan lebat yang telah dimulai sejak dinihari memiliki potensi berulang dengan waktu dan pola spasial yang sama.
Berdasarkan data dari Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) yang dimiliki Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hujan dinihari dimulai dari pesisir barat Banten yang kemudian menjalar masuk menuju daratan menjangkau seluruh kawasan Jadetabek.
Menurut Erma Yulihastin, Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer - BRIN Hujan ekstrem dinihari ini diawali dengan penguatan angin baratan yang sangat kuat (> 10 m/det) karena pengaruh prakondisi pembentukan vorteks di atas Laut Jawa.
"Angin baratan kuat yang juga dikenal dengan westerly burst ini bahkan telah dimulai sejak menjelang tengah malam pada hari sebelumnya," ujar Erma ditulis Kamis, 27 Oktober 2022.
Angin baratan yang terbentuk tampak sebagai pembelokan angin selatanan yang melintasi Selat Sunda dan berubah arah menjadi angin baratan.
Konvergensi atau daerah pertemuan angin juga terjadi di atas daratan, yaitu antara angin dari barat dan angin dari selatan.
Selain kontribusi dari angin baratan kuat yang menghantam pesisir barat dan utara Jawa bagian barat, hujan di darat juga diperkuat dengan pembentukan garis-garis hujan squall line di atas laut selatan Jawa yang bermigrasi dari barat ke timur.
"Sehingga modulasi hujan lebat di darat terjadi dua kali dalam sehari, yaitu hujan dinihari hingga pagi hari sekitar jam 10.00 WIB yang bergerak dari barat ke timur," ungkap Erma.
Kedua, hujan siang hingga sore hari yang dimulai dari pegunungan di selatan lalu menuju ke pesisir utara dan menimbulkan hujan ekstrem dan angin kencang di kawasan tengah dan utara Jawa khususnya untuk Jawa Timur.
Baca Juga: Keutamaannya Luar Biasa! Doa Hari Kamis
Tag
Berita Terkait
-
Wagub Jabar Apresiasi Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal di Purwakarta
-
Tinjau Harga Kebutuhan Pokok, Agenda Pertama Sarling Perdana Ridwan Kamil
-
Juara MTQ Internasional Malaysia, Qari Indonesia asal Kalimantan dan NTB
-
Hattrick ke Filipina! Provinsi Gorontalo Ekspor Jagung
-
Pengamanan KTT G20 di Bali, 353 Personel Polda Jabar Diberangkatkan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka