- Target 71 daerah bangun PSEL guna tuntaskan 100% masalah sampah Indonesia pada 2029.
- Perpres 109/2025 jadi kunci percepatan teknologi sampah menjadi energi listrik (PSEL).
- Tahap awal konstruksi dimulai di Bandung, Bali, dan Bogor; 11 wilayah lain segera menyusul.
Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tancap gas dalam urusan penanganan sampah nasional. Tak main-main, pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 71 kabupaten/kota rampung pada tahun 2029 mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo. Menurutnya, Kepala Negara memiliki atensi yang sangat besar agar persoalan sampah di Indonesia tuntas secara sistemik.
"Bahkan kami berkali-kali ditelepon ya, Pak Presiden Prabowo, 100 persen sampah Indonesia terolah dengan baik, insyaallah nanti doakan pada tahun 2029," ujar Zulhas usai menyaksikan penandatanganan kerja sama Pemprov DKI dengan Danantara di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Zulhas menjelaskan, pemerintah ingin menggeser paradigma lama pengelolaan sampah dari sistem pembuangan terbuka (open dumping) menuju pengolahan berbasis teknologi tinggi. Senjatanya adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
Beleid ini dirancang khusus untuk memangkas birokrasi dan hambatan teknis yang selama ini membuat proyek PSEL berjalan di tempat. Zulhas menyindir lambannya progres di masa lalu yang hanya mampu membangun satu fasilitas dalam kurun waktu belasan tahun.
"Dulu 11 tahun cuma satu (PSEL). Sekarang kita akan selesaikan 71 kabupaten/kota yang terdiri lebih kurang 22 aglomerasi," tegasnya.
Proyek raksasa ini dibagi dalam beberapa tahap. Dalam enam bulan sejak Perpres 109/2025 diteken, tiga lokasi sudah memasuki tahap konstruksi, yakni Bandung, Bali, dan Bogor. Sementara satu proyek di Sumatera Selatan terus berjalan dengan regulasi sebelumnya.
Tak berhenti di situ, pemerintah sudah menyiapkan batch kedua yang mencakup 11 wilayah strategis lainnya.
"Nanti selanjutnya minggu depan ada batch kedua. Kita akan ada 11 (wilayah), termasuk Yogyakarta, Lampung, Semarang, Surabaya, hingga Medan," pungkas Zulhas.
Baca Juga: Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
Dengan keterlibatan Danantara dalam pendanaan dan kerja sama lintas sektor, pemerintah optimis krisis sampah perkotaan akan berubah menjadi sumber energi baru terbarukan yang produktif bagi ekonomi nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya