News / Nasional
Senin, 04 Mei 2026 | 20:59 WIB
pemakaman dokter muda, Myta Aprilia Azmy di OKU Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Dokter magang Myta Aprilia Azmy dari Universitas Sriwijaya meninggal dunia di RSUD K.H. Daud Arif pada akhir April 2026.
  • Kementerian Kesehatan sedang melakukan investigasi internal terhadap beban kerja dan sistem pembinaan dalam program magang korban tersebut.
  • Polda Jambi menunggu hasil audit Kementerian Kesehatan sebagai dasar untuk menentukan langkah hukum terkait dugaan unsur pidana.

Suara.com - Penanganan kasus meninggalnya dokter magang di RSUD K.H. Daud Arif masih menunggu hasil investigasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hingga kini, kepolisian belum mengambil langkah hukum karena belum ada laporan resmi yang masuk.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

"Namun, kami pastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kasus tersebut," katanya.

Kasus ini mencuat setelah dokter magang bernama Myta Aprilia Azmy, yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dilaporkan meninggal dunia pada akhir April 2026. Informasi yang beredar menyebut almarhumah mengalami kelelahan ekstrem sebelum wafat.

Isu dugaan beban kerja berlebih dalam program internship pun menjadi sorotan luas, memicu perhatian dari masyarakat hingga organisasi profesi di bidang kesehatan.

Saat ini, tim dari Kemenkes telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan audit internal. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek, mulai dari jadwal dinas, beban kerja, sistem pembinaan, hingga kondisi kesehatan korban selama menjalani masa magang.

“Kami menghormati proses yang sedang berjalan di Kemenkes. Hasil investigasi tim Kemenkes akan menjadi dasar kami untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan,” kata Kombes Pol Erlan.

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum hasil investigasi resmi dirilis. Kepolisian menegaskan terbuka menerima laporan apabila ada pihak yang ingin menempuh jalur hukum.

“Kami memahami duka keluarga dan keprihatinan publik. Kami terbuka jika nantinya ada laporan polisi yang masuk dan untuk saat ini kami koordinasi dan menunggu hasil tim Kemenkes,” kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Jambi Kombes Pol Erlan Munaji.

Baca Juga: Dokter Internship Meninggal di Jambi, DPR Tuntut Sanksi Jika Ada Kelalaian RS

Load More