TANTRUM - Hampir 60 anak muda dari berbagai kota di Indonesia mendemonstrasikan solusi inovatif mereka untuk berbagai masalah yang dialami komunitas mereka di "Innovation Challenge 2022: Demo Day Generasi Terampil".
Para peserta yang berusia antara 10 hingga 19 tahun, memamerkan inovasi yang mereka kembangkan dalam bentuk digital (aplikasi berbasis web, gim, dan aplikasi mobile) dan solusi non-digital untuk mengatasi berbagai masalah yang menjadi kepedulian mereka, termasuk pendidikan, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, lingkungan, dan pariwisata.
Demo Day merupakan kegiatan penutup dari Innovation Challenge 2022: Program Generasi Terampil yang digagas oleh UNICEF dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa (Markoding) dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.
“Setiap era memiliki tantangannya sendiri yang harus siap kita atasi jika kita menginginkan hasil terbaik bagi masyarakat dan negara,” kata Katheryn Bennett, Kepala Pendidikan UNICEF Indonesia dalam keterangan pers pada Selasa .
Ia mengatakan, membekali anak-anak dan remaja dengan keterampilan digital membantu mereka memecahkan masalah dengan teknologi mutakhir, dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif serta menyenangkan.
"Ini adalah keterampilan penting yang dapat mereka gunakan untuk membantu menciptakan perubahan positif," kata Bennet.
Ia menegaskan, dari pelatihan keterampilan, diketahui bahwa lebih dari 70 persen peserta yang mengikuti sejak awal dan berhasil mengikuti bootcamp adalah perempuan.
"Berlawanan dengan stigma, hal ini membuktikan bahwa ketika diberi akses dan kesempatan untuk mengembangkan diri, anak perempuan memiliki potensi yang sama dengan anak laki-laki untuk belajar dan mengembangkan keterampilan terkait inovasi dan teknologi," kata pendiri Markoding, Amanda Simandjuntak.
Innovation Challenge dirancang sebagai respon dari penelitian UNICEF Indonesia dan mitra lainnya yang menemukan kesenjangan besar dalam pemecahan masalah, pemikiran kritis, dan keterampilan komunikasi remaja. Kesenjangan ini diperburuk dengan hilangnya pembelajaran skala besar yang dialami oleh jutaan anak dan remaja akibat pandemi.
Baca Juga: Senangnya Boris Bokir Pertama Kali Terima Penghargaan Sebagai Aktor
Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan untuk membantu membekali remaja dari sekolah menengah formal, sekolah kejuruan, sekolah agama dan pusat pembelajaran berbasis masyarakat dengan keterampilan abad ke-21 yang sangat penting bagi dunia kerja. Mereka juga terlibat dalam serangkaian lokakarya persiapan karir.
Sejak tahun 2019, program ini telah menjangkau 12.693 anak muda usia 10-19 tahun dari 296 sekolah yang tersebar di DKI Jakarta, Kota Semarang, dan Jawa Timur. Program ini juga melibatkan 1.214 guru pendamping.
Melalui serangkaian tantangan dan pendampingan intensif, para peserta mendiskusikan berbagai masalah sosial dan bekerja sama untuk memikirkan solusi inovatif melalui sarana digital dan non-digital.
"Tim terbaik maju ke bootcamp intensif di mana mereka mengubah ide mereka menjadi prototipe nyata, dan kemudian mendemonstrasikan solusi mereka di Demo Day," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'