Untuk 2025, Danone punya target baru lagi, yakni, “Menggunakan kemasan plastik PET 100% hasil daur ulang di Eropa dan 50% secara global.”
Jadi Sorotan Pakar di Indonesia
Rendahnya tingkat daur ulang sampah plastik, khususnya di Indonesia, dibenarkan oleh Wawan Some dari Komunitas Nol Sampah.
“Daur ulang di Indonesia sangat rendah, bahkan di dunia pun sangat rendah,” kata Wawan saat webinar tentang kemasan galon guna ulang dan ekonomi sirkular di Jakarta pada akhir Oktober lalu. “Selain plastik yang digunakan sangat beragam, masyarakat sendiri tidak pernah melakukan pemilahan langsung dari sumbernya.”
Menurut Wawan, ketika sampah plastik segala jenis bercampur, maka butuh biaya yang sangat besar untuk pengolahannya. “Sentra-sentra daur ulang pun hanya di titik-titik tertentu,” kata dia.
Sementara Karyanto Wibowo, direktur Sustainable Development Danone Indonesia mengatakan, pihaknya bisa dipastikan akan menggunakan sebanyak mungkin kemasan bahan daur ulang (dari plastik jenis PET).
Karyanto juga menyatakan target yang sama dengan kantor pusat Danone Prancis, yakni penggunaan 50% botol PET hasil daur ulang untuk AMDK Danone-Aqua pada 2025 di Indonesia.
“Target kami pada 2025 sudah tercapai 50%, dan akan terus diperbanyak lagi bahan daur ulangnya,” kata Karyanto, pada webinar yang sama.
“Kami harus berinovasi dan harus mengerti kebutuhan konsumen,” kata Karyanto.
Baca Juga: Ada G20, Bisnis di Bali Mulai Membaik
“Kami harus transparan dan terbuka pada konsumen, untuk menyampaikan opsi yang memang lebih baik untuk kesehatan dan lingkungan kita.”
Menyangkut kepedulian pada kesehatan konsumen, tampaknya produk galon polikarbonat (PC) milik Danone-Aqua dan perusahaan AMDK lain yang mengandung bahan kimia Bisphenol A (BPA), tetap jadi perhatian khusus.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga sudah mengeluarkan regulasi untuk pelabelan galon guna ulang polikarbonat, dengan label “Berisiko Mengandung BPA”.
Sejauh ini, demi dalih kepentingan bisnis, lobi industri yang bergabung dalam Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) adalah penentang paling keras regulasi BPOM untuk transparansi kemasan galon guna ulang yang mengandung BPA.
Padahal, untuk kemasan galon guna ulang polikarbonat memang perlu peringatan khusus tentang bahan kimia BPA yang bisa membahayakan konsumen. Regulasi dan pengetatan BPA sudah dilakukan di banyak negara. BPOM RI juga sudah mengingatkan hal ini.
Senada dengan BPOM, Zainal Abidin dari Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran Fakultas Teknologi Industri, ITB, dalam webinar yang sama juga menyatakan perlunya ada peringatan pada kemasan galon.
“Paparan sinar matahari akan merusak kimia dari galon itu sendiri, dan proses kerusakannya bisa melarutkan bahan-bahan kimia yang membahayakan air yang ada di dalamya,” kata Zainal Abidin.
“Saran saya, harus ada anjuran yang tegas dari produsen, agar (galon guna ulang) disimpan di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, dan di tempat yang teduh.”
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
3 HP POCO X Series yang Desain Kameranya Mirip iPhone 17, Harga Mulai Rp5 Jutaan
-
Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Vancouver Meriahkan Piala Dunia 2026 dengan Instalasi Bola Raksasa
-
Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak