TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jasa keuangan, LinkAja melakukan kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Pegadaian untuk mengembangkan fitur paylater dan digitalisasi pembayaran remunerasi kepada peserta magang.
"Pengembangan fitur paylater dengan BRI ini didasarkan dari kebutuhan masyarakat yang terus berkembang hingga di penghujung 2022 akan fitur yang menawarkan penundaan pembayaran atau mencicil pembayaran ketika melakukan pembelian barang secara online dan offline," kata Direktur Utama LinkAja Yogi Rizkian Bahar dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (12/11).
Selain itu, LinkAja mempererat sinergi dengan Pegadaian dalam hal digitalisasi pembayaran remunerasi (cash disbursement) kepada ribuan peserta magang.
LinkAja optimis dua kolaborasi yang diresmikan dalam rangkaian KTT G20 di Nusa Dua, Bali, ini mampu mempercepat upaya pemerintah dalam mewujudkan inklusi keuangan dan mendorong transaksi nontunai di semua lapisan masyarakat yang lebih luas lagi di Indonesia.
Kerja sama LinkAja dan BRI telah terjalin sejak tahun 2020 di beberapa bidang lain seperti cardless withdrawal, opening saving account, direct debit dan juga paylater.
Kini, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna, LinkAja bersama BRI mengembangkan fitur paylater untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan akses layanan kredit tanpa kartu sehingga memberikan kredit konsumtif kepada para pengguna.
Para pengguna dapat menggunakan fitur paylater di berbagai layanan LinkAja, seperti pembelian pulsa, bayar tagihan telepon dan TV berlangganan, pembayaran tagihan listrik atau beli token listrik, bertransaksi online atau offline di merchant-merchant yang bermitra dengan LinkAja, hingga melakukan donasi dan mengirim uang.
Sedangkan, kerja sama Pegadaian dan LinkAja sudah berjalan dengan program penyaluran dana yang diberikan kepada kurang lebih 14.000 karyawan Pegadaian yang dilakukan setiap bulan.
Namun, kini cakupan kerja sama tersebut diperluas melalui penyaluran dana kepada para peserta magang yang berada di 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kota Bandung Perlu Hidran Tambahan untuk Atasi Kebakaran
Saat ini, Pegadaian telah mendigitalisasi pembayaran pada kegiatan magang di ekosistem Pegadaian seluruh Indonesia, diawali dengan Program Magang Santri yang saat ini berjalan dengan Periode Magang selama tiga bulan. Selanjutnya, proses pembayaran insentif ini akan diperluas untuk seluruh kegiatan magang lainnya.
LinkAja sebagai penyedia jasa pembayaran berbasis server kini telah memiliki lebih dari 87 juta pengguna terdaftar yang dapat menikmati layanan paylater untuk bertransaksi di lebih dari 2,3 juta merchant rekanan, serta di berbagai platform BUMN, marketplace, dan superapp.
"Dengan mengoptimalkan seluruh layanan yang diunggulkan oleh setiap BUMN, LinkAja optimis dapat memenuhi kebutuhan transaksi digital yang aman dan nyaman, serta semakin mempercepat proses inklusi keuangan yang merata di Indonesia," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!