TANTRUM - Kejadian kebakaran akhir-akhir ini kerap melanda Kota Bandung. Kasus terbaru di antaranya Gedung Bappelitbang area Balai Kota Bandung yang terbakar Senin (7/11). Selang beberapa hari kemudian, Pasar Induk Caringin pun mengalami kebakaran, Kamis (10/11).
Menghadapi kebakaran beruntun ini, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan antisipasi kebakaran harus selalu ditingkatkan. Di antaranya dengan akan dilakukannya penambahan hidran atau saluran air bagi pemadam kebakaran. Rencananya penambahan hidran akan dilakukan Pemkot Bandung pada tahun 2023 mendatang.
"Mudah-mudahan bisa ditambah (hidran). Kita harus selalu siap, meski jangan sampai dipakai. Ya berharapnya jangan ada bencana kebakaran lagi," ujar Yana Mulyana.
Yana mengatakan kendala hidran yang tersedia saat ini adalah dari tekanan air yang tidak merata.
"Sumber airnya harus tekanan yang tinggi. Beberapa belum optimal. Tapi kita punya empat hidran. Daerah ujung tengah ada di Jalan Supratman. Lalu wilayah utara ada di Dago. Selatan ada di Kordon, dan wilayah timur ada di Ujungberung," sebutnya.
Sembari mendiskusikan kembali penambahan hidran, ia mengimbau agar penanganan awal perlu dipersiapkan masing-masing pihak.
"Kita selalu minta ke Diskar PB untuk mengecek tiap OPD apakah tersedia APAR (alat pemadam api ringan). Tapi, kalau misal satpam panik, jadi tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Itu juga harus dilatih," ucapnya.
Pengadaan apar atau proteksi awal sudah disediakan di Balai Kota. Namun, menurutnya memang kejadian kebakaran tempo hari di Balai Kota bermula dari atap. Sehingga, tidak bisa ditangani sejak dini.
"Sementara dari atap yang satu ke sumber api ya cukup jauh. Kita punya warning protection yang menempel di langit-langit. Kalau memang dari dalam kan sprinkle juga akan menyala. Tapi ini awalnya dari atap dan roboh," jelasnya.
Saat ini, gedung Bappelitbang akan dilakukan renovasi. Menurut Yana, anggaran renovasi masih dalam proses penghitungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya
-
File APK Palsu Kuras Rekening di Batang, Pakar Imbau Nasabah Waspada
-
Viral Tempat Usahanya Sepi Pengunjung, Ivan Gunawan: Harusnya Didoain, Bukan Dikontenin
-
PSIM Yogyakarta Makin Lengkap, Pemain Keturunan Belanda Disiapkan Lawan Bali United
-
Dari Restoran Sushi ke Lapangan Hijau: Bayang-Bayang Kelompok Kartel CJNG di Sepak Bola Meksiko
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Hati-hati, 5 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali untuk Menu Sahur
-
Basketball Therapy: Saat Basket Bisa Meredakan Emosi dan Menjalin Koneksi
-
Penyerang Andalan STY Berubah Posisi Jadi Kiper, Apa Alasannya?
-
Pengalaman Ramadan Pertama di Indonesia, Striker Persija Alaeddine Ajaraie Merasa Nyaman