TANTRUM - Pesona Tenun Warisan Kesultanan Puluhan tamu VVIP di gelaran Presidensi G20 Indonesia 2022 tampil dengan kain tenun Tidore yang indah.
Salah satu pemakainya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengenakan tenun berwarna kuning keemasan bermotif warisan leluhur Kesultanan Tidore.
"Yang dipakai Ibu Sri Mulyani itu amo warna gold. Warna khas kesultanan. Amo ini buah. Kalau di sini buah sukun. Manis rasanya. Maknanya setiap orang harus bisa memberikan hasil yang manis dari yang dia punya," jelas Anita Gathmir pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Rumah Tenun ketika ditemui Tim Media dan Komunikasi G20, Kamis (17/11/2022).
Tidak hanya motif amo, ada beberapa motif lainnya yang juga dipakai oleh para delegasi G20. Ada jodati, motif seperti kubus dengan titik-titik di dalamnya yang berarti ketulusan hati. Lalu motif barakati. Pada motif ini tergambar mahkota menghadap atas bawah dan kubus yang menunjukkan arah barat, utara, timur, dan selatan.
“Mahkota itu pemimpin. Barat, timur, utara, selatan itu menunjukkan masyarakat di semua wilayah. Ada titik-titik itu artinya hujan rejeki. Jadi artinya pemimpin yang melindungi masyarakatnya, memberikan rezeki ke masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, ada pula motif Marasante yang dalam bahasa Indonesia berarti keberanian. Motif ini dikenakan Koordinator Tim Asistensi Kemitraan G20 Wishnutama. Keberanian yang disimbolkan dengan tenun yang menyerupai gelombang laut dan jilatan api.
“Motif ini mengajari kita soal perjuangan mengusir penjajah. Dulu Sultan Luku mencontohkan bisa mengusir penjajah tanpa pertumpahan darah. Hadi kami mencontoh dia berjuang dengan diplomasi,” terang perempuan yang masih keturunan Kesultanan Tidore ini.
Terakhir adalah motif Tobaru. Diambil dari motif kain tua yang datanya Anita terima dari seorang teman yang merupakan dosen sejarah di Universitas Khairun (Unkhair) Tidore, berupa foto lama soal Tobaru. Di dalam foto tersebut ternyata ada motif Tobaru.
Motif ini terinspirasi dari cerita tradisional di Halmahera bernama Tobaru yang mengisahkan hubungan antara masyarakat Tidore dengan wilayah lain.
Baca Juga: Zenfone 9 Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasinya
“Di dalam motif memang kelihatan ada seperti rantai. Bercerita tentang motif Tobaru serupa dengan KTT G20. Bagaimana keterikatan satu sama lain karena orang itu kan tidak bisa hidup sendiri, harus saling bantu,” imbuhnya.
Harga kain tenun Tidore ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Rata-rata untuk satu kain tenun butuh pengerjaan selama dua bulan.
“Khusus untuk acara KTT G20 saya mendapat pesanan 30 lembar kain tenun dari Kementerian Keuangan dengan total harga Rp19 juta. Sementara untuk omset bulanan sebesar Rp40-45,” tuturnya.
Anita menjelaskan, Rumah Tenun mulai memproduksi kain sejak 2018. Berangkat dari rasa kehilangan Anita akan kekayaan kain dari leluhurnya. Ia mengawalinya dengan mencari foto koleksi kesultanan dan menanyakan ke sejumlah orang tua soal kain tenun tersebut.
“Kalau orang-orang seumuran saya 40-50 tahun tidak banyak yang tahu. Bahkan mereka bilang Tidore tidak punya kain. Tapi kalau umur 80 ditanyain hampir semua tahu bahwa kita punya. Di Tidore anak-anak muda kita libatkan untuk mencari. Dapatlah foto hitam putih dari arsip Belanda,” katanya.
Bukan sesuatu yang mudah untuk menghidupkan lagi kekayaan Tidore yang nyaris terlupakan. Membangun ini, kata Anita, butuh perjuangan dan niat tulus untuk menghidupkan budaya Tidore yang sudah lama hilang. Menumbuhkan rasa tanggung jawab menjaga warisan budaya Tidore menjadi cita-citanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Promo Sepatu di Ramayana, Diskon Gila-gilaan Jelang Lebaran Spesial Potongan 50 Persen
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Cara dan Syarat Mengajukan KUR BRI 100 Juta, Cocok untuk Kembangkan Usaha Setelah Lebaran