“Tidore itu kan kampung kecil yang tidak ada kegiatan usaha selain jadi PNS, petani pala, cengkeh, nelayan. PR aku untuk meyakinkan orang di sana bahwa sebenarnya kerjaan bukan cuma PNS,” ungkapnya.
Ia mengisahkan butuh perjuangan tersendiri untuk menyakinkan anak-anak muda ini terlibat di Rumah Tenun. Apalagi sebagian orang tua di Tidore kerap memarahi anaknya yang belajar menenun karena dianggap tidak memiliki masa depan yang cerah.
Tetapi dirinya tidak pantang menyerah. Ia menceritakan, suatu hari dirinya menerima undangan menjadi pembicara dan mendelegasikannya kepada Wani, salah satu tim Rumah Tenun. Ini menjadi kesempatan Anita untuk membuka pikiran, meyakinkan bahwa di Rumah Tenun tak hanya sekadar bekerja tapi ada pelestarian budaya di dalamnya.
“Dia itu selesai kuliah gak jelas mau ngapain. Masuk Rumah Tenun kayak ikut-ikutan. Jadi pas ada pelatihan, saya minta dia Wani yang ikut. Sekarang dia mampu bicara di publik dan jadi contoh UKM se-Maluku Utara. Dia cerita sambil nangis di telepon bilang bangga,” ujar Anita.
Tahun 2018, Anita mendapatkan pembiayaan dari Bank Indonesia. Dari sini mereka mulai menjual kain tenun. Hasil penjualan Anita serahkan sepenuhnya kepada penenun.
Saat kain tenun produksinya dipakai oleh sejumlah delegasi KTT G20, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rumah Tenun. Ia bercerita ketika dirinya membagikan foto para menteri berbalut kain tenun Tidore kepada anak-anak penenun, mereka bersorak gembira.
Demi memotivasi para penenun untuk terlibat melestarikan budaya, Rumah Tenun pun memberikan sejumlah fasilitas. Membuat koperasi simpan pinjam bagi para penenun dan sedang mempersiapkan dana pensiun bagi mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
MacBook vs Laptop Windows: Mana yang Lebih Worth It untuk Dibeli?
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Kapan Truk Dilarang Melintas saat Lebaran 2026? Ini Jadwal dan Daftar Ruas Tolnya
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Maret 2026: Raih 20 Ribu Gems dan Kilas Balik 115-117
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Kisah Salinem: Pengabdian Sunyi Abdi Dalem di Tengah Gejolak Sejarah Jawa
-
Gojek Buka Suara soal Sulitnya Cari Ojol di Akhir Ramadan, Sebagian Pengemudi Mulai Pulkam!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret
-
10 Ide Camilan Asin dan Gurih untuk Lebaran, Alternatif Selain Kue Manis
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH