TANTRUM - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggaet perusahaan rintisan PT Bepah Karya Indonesia (BepahKupi), berkolaborasi membuat blockchain secara khusus untuk menelusuri kopi di metaverse.
Kerjasama itu diresmikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak yakni Deputy EVP Digital Technology and Platform Business Telkom Ery Punta Hendraswara serta CEO BepahKupi Maulana Wiga.
“Setelah penandatanganan MoU ini, Telkom dan BepahKupi akan langsung melakukan step proof of concept penggunaan teknologi blockchain, pada implementasi traceability kopi dari BepahKupi,” kata Ery dalam keterangannya pada Rabu.
Kolaborasi itu nantinya akan membantu konsumen BepahKupi menelusuri informasi menarik tentang kopi mulai dari benih kopi, waktu panen yang ideal, pendistribusian produk, hingga membeli produk kopi dalam bentuk NFT.
Pengalaman itu bisa dijajal langsung di ekosistem metaverse besutan Telkom yakni metaNesia.
“BepahKupi juga menjadi use case untuk produk kopi pada penggunaan teknologi blockchain,"ujar CEO BepahKupi Maulana Wiga.
Telkom sebagai salah satu perusahaan BUMN, mendorong misi Pemerintah Pusat dalam hal transformasi digital.
Termasuk melakukan transformasi layanannya dengan menghadirkan ekosistem digital berbasis teknologi blockchain.
Beberapa di antaranya yang telah dikembangkan ialah pasar NFT, lalu ada juga private blockchain, serta public blockchain.
Baca Juga: PLN Klaim 100 Sistem Kelistrikan di Cianjur Telah Pulih
Ery menyebutkan, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak termasuk swasta untuk mengeksplorasi lebih jauh pemanfaatan blockchain.
Kolaborasi-kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih dekat dengan akses memanfaatkan platform digital yang telah dikembangkan oleh Telkom.
Secara khusus metaNesia berada di bawah naungan Leap, jenama khusus untuk berbagai layanan produk digital besutan Telkom.
"Adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna