TANTRUM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan melanjutkan inisiatif strategis dalam memperkuat UMKM untuk membantu perekonomian di tahun baru.
“Kami akan fokus pada penguatan UMKM dengan melanjutkan inisiatif yang sudah Kadin hadirkan, di antaranya terkait Kemitraan inclusive closed-loop, Wiki Wirausaha, Kadin Hub, dan sejumlah inisiatif lainnya,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan pihaknya
Ia mengatakan, pemerintah memang tak tinggal diam. Tahun depan, pemerintah bakal mengucurkan bantuan senilai Rp45,8 triliun untuk mendukung UMKM menghadapi berbagai gejolak.
Bantuan tersebut untuk pembangunan 8 sentra Industri Kecil Menengah (IKM) dan 13 Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM, termasuk revitalisasi 60 sentra IKM, serta penyaluran dana Penguatan Kapasitas Kelembagaan Sentra IKM (PK2SIKM) di 68 daerah dan dana Peningkatan Kapasitas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (PK2UMK) bagi 46,9 ribu peserta.
Pemerintah telah menyalurkan total kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp1.300 triliun rupiah kepada UMKM dan di tahun baru nanti, akan ada tambahan kucuran dana
sebesar Rp460 triliun.
Dengan berbagai bantuan yang akan diterima UMKM, Arsjad mengungkapkan Kadin akan mengisi kekosongan dengan melakukan pendampingan agar bantuan dan kemudahan yang diterima UMKM tidak menjadi mubazir.
Hal ini dilakukan melalui pendampingan melekat, yang mendorong kolaborasi multi pihak dalam membantu pelaku UMKM bertumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia berpendapat UMKM menjadi pilar terpenting dalam struktur perekonomian Indonesia. Merujuk data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.
Terlebih, banyak masyarakat yang bepergian pada momen tahun baru ini, yang merupakan sebuah peluang bagi UMKM untuk memperluas dalam memasarkan produknya serta menggairahkan bisnisnya.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Manchester City Libas Leeds 3-1, Erling Haaland Cetak Brace
"Dengan asumsi jumlah masyarakat yang bepergian sekitar 44,7 juta atau setara dengan 11,92 juta keluarga, perputaran uang selama libur tahun baru 2023 dapat mencapai Rp23,85 triliun," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Mantanku Si Paling Playboy Satu Sekolah
-
Bali Tuan Rumah Asian Games Fun Run 2026
-
Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter
-
Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis hingga 3,5 Tahun Penjara
-
Porsche Sulap Woody dan Buzz Lightyear Jadi Mobil Sport Jelang Toy Story 5
-
Chic Tanpa Ribet, 4 Ide OOTD Smart Casual ala Jin Ki Joo yang Layak Dicoba
-
Kurangi Emisi Tak Selalu Butuh Teknologi Baru: Pelajaran dari Arsitektur Vernakular di Indonesia
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
Paket Datang, Bahaya Tak Terbilang: Sisi Gelap Sampah Belanja Online